Beranda Bermain Imbang, Arema Tetap Lolos Singkirkan Bhayangkara FC

    Bermain Imbang, Arema Tetap Lolos Singkirkan Bhayangkara FC

    0
    Dedik Setiawan gagal mencetak gol.
    Dedik Setiawan gagal mencetak gol.
    0 - 0
    Selesai

    Ofisial

    WasitAsisten WasitWasit Keempat
    Annas ApriliandiArman Margolang
    Bangbang Syamsudar
    Novari Ichsan

    Review

    Arema FC tetap melangkah ke babak perempat final Piala Presiden 2018 kendati bermain imbang 0-0 melawan Bhayangkara FC, Selasa (30/1). Hasil seri sudah cukup karena Arema walapun punya poin sama dengan Bhayangkara yaitu lima namun mereka unggul selisih gol.

    Laga yang dilangsungkan di Stadion Kanjuruhan itu berlangsung dengan tempo yang cukup keras. Hal ini tercermin dari banyaknya kartu kuning yang dikeluarkan oleh wasit.

    Salah satu yang mungkin bisa dianggap cukup parah adalah tekel Hanif Sjahbandi kepada Teuku M Ichsan yang membuat pemain asal Aceh itu menderita cedera engkel.

    Usai pertandingan, Simon McMenemy terlihat muram. Dirinya menyindir gaya main keras yang diperagakan oleh Arema yang didukung oleh suporternya.

    “Kami mendapati game yang sulit. Arema bermain dengan gaya mereka, dan suporter mereka terlihat senang saat hasil 0-0 di kandang. Saya tidak mau menjelaskan seperti apa gaya ini, karena setiap orang semua tahu sepakbola seperti apa yang mereka peragakan,” terang McMenemy.

    “Ada pemain berusia 20-21 tahun, bisa dibilang salah satu pemain terbaik di Indonesia pada usianya. Dia terkena tekel sampai terbang ke udara, jatuh, dan cedera parah. Sedangkan penonton tepuk tangan meneriaki dia, bahkan saat ditandu pun masih di-boo. Itu membuat saya rasanya ingin cepat keluar dari stadion ini.”

    Secara terpisah, pelatih Arema Joko susilo menyebutkan, sepakbola merupakan olahraga laki-laki yang keras. Para pemainnya juga sudah dihukum sesuai dengan gaya main yang dilakukan.

    Menurut Joko, pemainnya tidak pernah berniat membuat lawan mendapatkan cedera. Joko mengatakan, Hanif Sjahbandi berniat mengambil bola yang dikuasai Teuku Ichsan Joko, namun tidak sengaja terkena kaki.

    “Tentang permainan keras Arema saya pikir wasit mengganjar pemain dengan kartu kuning ataupun hukuman tendangan bebas. Wajar permainan sepakbola keras mendapatkan hukuman. Kalau dua kali ya kartu merah, jadi saya pikir semuanya masih berjalan normal,” sanggah Joko.

    “Hanif tidak sengaja melakukan tekel. Saya sudah bicara, dan tidak ada niatan untuk mengambil kaki. Memang prakteknya dia terlalu tinggi, dan sebenarnya yang kena tadi adalah bola. Tapi dia ambil sangat tinggi, dan wajar terkena kartu kuning. Dia meminta maaf, dan bersumpah jika dia mau ambil bola tidak ambil kaki lawan.”

    Lokasi

    Kanjuruhan
    Stadion Kanjuruhan, Jl. Trunojoyo No.38, Kedungpedaringan, Kepanjen, Malang, Jawa Timur 65163, Indonesia

    Tinggalkan Komentar

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.