Hanif Sjahbandi, Kepercayaan Pelatih yang Membentuk Dirinya

    Pemain muda adalah pemain yang bisa berkembang dan bisa juga layu dengan cepat. Jika mereka terus mendapatkan kepercayaan pelatih maka dia akan berkembang dengan maksimal. Hanif Sjahbandi salah satunya!

    0
    Hanif Semakin Matang Setelah Mendapatkan Kepercayaan Pelatih | Foto: Abi Yazid
    Hanif Semakin Matang Setelah Mendapatkan Kepercayaan Pelatih | Foto: Abi Yazid

    Hanif Sjahbandi mengalami metamorfosis yang cukup indah selama menjalani pramusim 2018 bersama Arema FC. Kepercayaan pelatih telah membentuk dirinya hingga saat ini.

    Hanif sempat mendapatkan hujatan dari banyak suporter lawan Arema setelah insidennya dengan Teuku Ichsan pada pertandingan terakhir penyisihan grup Piala Presiden 2018 lalu. Walaupun menurut Joko Susilo hal itu tidak ada kesengajaan dan Ichsan tidak mengalami cedera parah, namun kecaman di sosial media terasa tidak enak didengar dan dilihat.

    “Hanif sudah menyampaikan kalau tidak ada niatan untuk mencederai lawan. Hanif dalam kondisi berlari untuk mengambil bola. Wasit juga sudah memberikan hukuman kartu kepadanya,” kata Gethuk usai pertandingan.

    “Dalam pertandingan tensi keras, semua hal bisa terjadi. Tapi kan sudah ada wasit di lapangan. Kalau pemain kami kasar, sudah ada hukuman yang diberikan langsung oleh wasit. Jadi semua wajar.”

    Gaya main Hanif yang ngotot inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa dia terus mendapatkan kepercayaan pelatih untuk mengawal lini tengah Arema dengan tujuan merusak serangan lawan.

    Tiga pemain muda Arema akan semakin berkembang jika mendapatkan kepercayaan pelatih. | Foto: Arema FC
    Tiga pemain muda Arema akan semakin berkembang jika mendapatkan kepercayaan pelatih. | Foto: Arema FC

    “Hanif memiliki kepercayaan diri tinggi, dia pemain yang berani dan ngotot. Pengalamannya di tim nasional sangat bagus untuk Arema,” terang Joko Susilo.

    Tidak heran Luis Milla sebagai arsitek timnas juga tetap percaya pada kemampuannya untuk persiapan Asian Games 2018 walaupun dia juga sempat terlibat insiden dengan kartu merah yang didapatkan ketika melawan Vietnam di ajang SEA Games 2017 lalu.

    Sempat absen di dua laga awal Piala Gubernur Kaltim karena pemusatan latihan timnas untuk Asian Games. Hanif yang datang dengan tiga kompatriotnya dari timnas langsung sejak menit pertama melawan Mitra Kukar.

    Kolaborasinya dengan Ahmet Atayew dan Balsa Bozovic begitu padu, tidak jarang pemain asal Bandung itu beberapa kali menang duel melawan Bayu Pradana dan Anindito Wahyu yang menjadi lawannya di lapangan tengah. Penampilannya yang moncer itu diakhiri dengan sebuah assist kepada Thiago Furtuoso di akhir laga.

    “Kunci kemenangan karena kita saling percaya antar pemain dan juga percaya dengan pelatih. Semuanya terbalaskan dengan bisa raih kemenangan,” ujar Hanif usai pertandingan.

    Kepercayaan kedua diberikan Joko Susilo saat melawan Persebaya. Dengan rekan duet yang sama, tugas Hanif adalah melakukan pekerjaan kotor dengan memutus serangan Persebaya. Beberapa kali pekerjaan itu ditunaikan dengan baik sehingga tidak banyak bola dari Misbahus Solihin ataupun Nelson Alom yang biasanya rutin dikirim ke kotak penalti lawan. Rishadi pun sebagai striker terkunci mati.

    Pada saat laga menyisakan enam menit lagi, Hanif secara tiba-tiba hadir di kotak penalti Persebaya untuk menyambut umpan Dendi Santoso. Dan itu menjadi gol pertama Hanif di tahun 2018 di laga pramusim Arema. Wajar jika banyak pihak menyebut jika dia layak sebagai man of the match pada laga itu.

    “Hanif berkembang dengan sangat bagus. Saya tahu dia memiliki kualitas, tetapi dia tidak boleh cepat puas karena kemampuannya itu bisa lebih berkembang lagi,” puji Joko.

    “Jika dia terus konsisten dan mampu mengontrol emosi di lapangan. Saya yakin dia akan berkembang lebih baik dari sekarang.”

    Tinggalkan Komentar

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.