Harapan-harapan Baru Dari Persekam Metro FC

Harapan-harapan Baru Dari Persekam Metro FC

487
0
SHARE
Skuat Persekam Metro FC musim 2016
Skuat Persekam Metro FC musim 2016

Jika ada kesebelasan yang terang-terangan tidak ingin promosi ke kasta tertinggi, maka maka Persekam Metro FC adalah jawabannya.

Persekam Metro FC adalah klub yang berasal dari Kabupaten Malang. Saat Vamos Arema liputan Divisi Utama di Stadion Kanjuruhan, bisa jadi mereka adalah satu-satunya klub yang tidak mempunyai suporter fanatik. Maklum, Kabupaten Malang dan umumnya Malang Raya sudah kental dengan Aremania yang notabenenya adalah suporter Arema.

Keadaan tersebut, membuat Metro FC tidak bisa memaksimalkan pemasukan dari tiket penonton, imbasnya adalah dana tim pun seret karena hanya mengandalkan sponsor yang tidak seberapa sementara di sisi lain anggaran dana melalui APBD di-stop untuk klub sepakbola profesional. Hal itu yang menyebabkan Metro FC meski memasang target tidak degradasi, mereka juga tidak memaksakan diri untuk promosi, unik sejak promosi ke Divisi Utama 2011 silam.

Padahal, Metro FC punya modal pemain yang sangat bagus dari tahun ke tahun. Namun, seolah sudah pemain tahu tugasnya. Kesempatan tim untuk lolos dari babak grup mendadak seketika loyo. Hal inipun diakui oleh Rendra Kresna, Bupati Malang sekaligus Pembina Metro FC.

“Kami melakukan hal itu bertahun-tahun karena bakal kesulitan dana jika kami promosi dari Divisi Utama ke Liga Super,” jelas Rendra.

Harapan Baru Persekam Metro FC

Menyambut musim 2017, keadaan berubah untuk tim yang punya logo Macan Kumbang itu. Semua ini tidak lepas dari kedatangan Djoko Purwoko yang menawarkan diri menjadi sponsor kepada Metro FC. Gayung pun disambut, bahkan mulanya Rendra Kresna ingin Djoko mengelola Metro secara keseluruhan.

“Tetapi saya ingin menjadi sponsor dulu, melihat proses yang ditunjukkan di sini. Jika positif kami akan meneruskan kerjasama ini dan terus berinvestasi,” tegas Djoko.

Djoko Purwoko memberikan harapan baru untuk perkembangan Persekam Metro FC
Djoko Purwoko memberikan harapan baru untuk perkembangan Persekam Metro FC

Sosok yang terkenal sebagai developer properti dengan harga murah itu menjelaskan jika dirinya ingin membangun Metro FC menjadi kesebelasan yang disegani karena sebagai Arek Malang dia tidak ingin Metro berkembang ke arah tengah padahal punya potensi yang luar biasa.

Langkah pertama pun dilakukan, mantan media officer PS TNI ini langsung menggandeng Raja Isa. Pelatih asal Malaysia yang pernah membesut tim papan atas di Indonesia. Diharapkan, Raja Isa mampu membuat Metro digdaya saat berlaga di Divisi Utama.

Selain tim, Djoko juga mengembangkan pemain muda yang ada di Malang Raya. Dirinya ingin para pemain ini bisa berkembang dan menjadi aset untuk Metro FC. Sebagai rencananya, dirinya mengajak beberapa tim Asia dan Eropa untuk melakukan kerjasama.

“Nantinya akan roadshow ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Malang. Kita dorong keinginan mereka untuk menjadi pemain,” tuturnya.

Di sisi lain, sang pelatih pun menyambut tantangan ini, bahkan dia mengaku ke Metro FC bukan karena uang.

“Saya ke Metro karena ingin mengembangkan pemain muda. Saya sudah bicara dengan manajemen, ada target dua tahun yang dicanangkan. Tahun pertama kita ingin menjadi bagian 20 tim besar yang lolos Liga 2 mendatang, kemudian di tahun kedua atau 2019 kami ingin Metro FC sudah bisa bermain di Liga 1, tetapi jika dalam proses nanti kami bisa lebih cepat, maka siapa sih yang tidak ingin bermain di Liga 1,” ujar Raja Isa.

“Kami tidak mencoba bersaing dengan Arema, karena mereka adalah kakak. Kami ingin belajar banyak dari mereka,”

Untuk memuluskan langkahnya, Metro pun mulai mendatangkan pemain. Ada 22 pemain dari Malang yang akan diseleksi oleh Raja Isa. Sementara di sisi lain, sosok asal Malaysia itu juga mendatangkan beberapa pemain dari timnas U-19, U-23, ataupun mantan timnas senior.

Jajaran Manajemen, Pembina, Sponsor, dan Pelatih Persekam Metro FC
Jajaran Manajemen, Pembina, Sponsor, dan Pelatih Persekam Metro FC

“Saya sudah punya gambaran tim ini, tetapi saya juga harus melakukan seleksi pemain dari Malang karena mereka punya kemampuan yang bagus,” ujarnya.

Kembali Ke Talok

Ketika semuanya sudah beres, Persekam Metro FC pun sudah mempersiapkan kandang. Mereka yang sebelumnya bermain di Stadion Kanjuruhan saat di Divisi Utama, akhirnya kembali ke Stadion Kahuripan Talok Turen. Kembalinya mereka ke kandang lama adalah untuk menggaet penonton yang sudah mereka dapatkan pada pentas Divisi I musim 2010.

Kembalinya mereka ke Talok seolah menggugah kembali romantisme kehebatan Metro saat menghancurkan lawan-lawannya di Stadion yang tribunnya masih banyak dari gundukan tanah ini. Saat itu, Metro seperti tidak terkendali untuk menang dari pertandingan ke pertandingan sehingga akhirnya lolos Divisi Utama.

“Hanya masalahnya belum ada pagar yang membatasi penonton dengan lapangan, jika pagar itu selesai maka Stadion itu layak untuk Divisi Utama,” tegas Bupati Malang.

Sebuah harapan-harapan yang tentu membangkitkan anak-anak muda di Kabupaten Malang untuk kembali bersemangat menjadi pemain sepakbola. Menurut Anda?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY