Home Fokus Inilah Pertandingan Terbaik Arema (2)

Inilah Pertandingan Terbaik Arema (2)

422
0
SHARE
Juara Piala Bhayangkara dengan menjalani salah satu pertandingan terbaik Arema!
Juara Piala Bhayangkara dengan menjalani salah satu pertandingan terbaik Arema!

Sambungan dari artikel sebelumnya, inilah sejumlah pertandingan terbaik Arema edisi kedua.

1. Arema vs Persib 2-0, Gelora Bung Karno, 3 April 2016

Laga antara Arema dengan Persib dalam beberapa tahun terakhir penuh rivalitas untuk berlomba sebagai yang terbaik dalam belantika sepakbola nasional. Apalagi perseteruan diantara kedua tim ‘didukung’ oleh sebagian suporternya yang terlibat dalam provokasi di media media sosial.

Alhasil laga Singo Edan melawan Maung Bandung dalam final Piala Bhayangkara, 3 April 2016 diprediksi berlangsung sengit. Kedua tim didukung puluhan ribu suporternya yang membanjiri Gelora Bung Karno, tempat laga digelar.

Arema sukses mengalahkan Persib Bandung dengan skor 2-0 di final Piala Bhayangkara
Arema sukses mengalahkan Persib Bandung dengan skor 2-0 di final Piala Bhayangkara. Laga tersebut menjadi salah satu pertandingan terbaik Arema.

Selain puluhan ribu suporter, partai grand final juga dihadiri Presiden Joko Widodo. Ribuan personel keamanan dikerahkan untuk mengamankan jalannya pertandingan. Beberapa hari sebelumnya aparat keamanan memberikan ultimatum untuk menindak siapa saja yang ingin berbuat kericuhan. Apalagi partai kali ini digelar di Jakarta, homebase The Jakmania, suporter Persija yang dikenal bermusuhan dengan pendukung Persib.

Laga bergengsi yang mempertemukan kedua tim dibuka dengan tensi tinggi. Kedua tim berusaha mencari celah untuk melancarkan serangan dan membobol tim. Akan tetapi tak ada gol yang tercipta hingga babak pertama usai.

Kondisi sebaliknya terjadi di babak kedua. Kedua tim tak ingin mengendorkan serangan. Arema mampu unggul terlebih dahulu setelah Raphael Maitimo mencetak gol cantik dengan menggunakan backheel.

Petaka bagi Persib berlanjut di menit ke-71. Yanto Basna menerima kartu kuning kedua setelah menendang botol air minum yang mengenai Esteban Vizcarra. Akibatnya wasit terpaksa mengeluarkan pemain terbaik Piala Jenderal Sudirman 2015 tersebut dari lapangan.

Unggul jumlah pemain, Arema semakin gencar menyerang. Di menit ke-84, Sunarto menggandakan keunggulan bagi Singo Edan, setelah sukses menyambut umpan silang dari Cristian Gonzales. Selisih dua gol membuat pemain Arema kian tenang dan terlepas bebannya.

Mereka tampil baik dalam mempertahankan keunggulan sehingga Persib tak mampu memperkecil ketertinggalannya. Arema memenangkan pertandingan dengan skor 2-0. Hasil tersebut membuat tim Singo Edan diganjar hadiah trofi, medali dan uang tunai 2,5 miliar rupiah. Baik Arema dan Aremania pulang dengan kepala tegak.

2. Arema vs PKT, Stadion Gajayana, 26 April 2000

Pasukan M. Basri menuai hasil gemilang dalam lanjutan Liga Bank Mandiri 2000. Melawan tim tangguh PKT Bontang, kesebelasan Singo Edan berhasil menjungkalkan tim asuhan Soengkowo Soediharto tersebut dengan skor 3-1 di Stadion Gajayana, Malang, (26/4).

Juan Rubio menendang bola di lapangan Stadion Gajayana pasca diguyur hujan
Juan Rubio menendang bola di lapangan Stadion Gajayana pasca diguyur hujan

Tiga gol yang mengantarkan anak-anak Arema meraih poin sempurna di kandang sendiri itu disumbangkan Joko Susilo di menit ke-21, serta pemain asal Cile Pacho Rubio yang memborong dua gol, menit 23 dan menit 24. Sedangkan gol balasan PKT dicetak Aris Budi Prasetyo menit 76.

Yang menarik, kemenangan melawan PKT merupakan sebuah rekor baru bagi tim Singo Edan. Sepanjang sejarahnya, Arema belum pernah menang melawan tim yang didanai BUMN tersebut. Baik dalam pertandingan Galatama maupun selama Liga Indonesia yang digelar sejak 1994 silam.

Menurut kliping berita Republika, pertarungan kedua tim asal Wilayah Timur tersebut berjalan sangat menarik. Meskipun kondisi lapangan agak licin, karena sebelumnya diguyur hujan, namun kedua tim mampu menyuguhkan pola permainan dengan teknik tinggi.

Sepanjang dua kali 45 menit, kedua tim tampak saling menekan. Namun, tim Singo Edan yang mendapat dukungan penuh dari 20.000 suporter fanatiknya bermain lebih agresif dan pressing yang ketat.

Gol pertama Arema berasal dari serangan yang digalang dari lini tengah, berhasil membobol gawang PKT melalui tendangan keras Joko Susilo. Gol pembuka Joko yang terjadi menit ke-21 ini berkat umpan yang disodorkan Pacho Rubio. Selang dua menit kemudian, tim asuhan M. Basri kembali membobol gawang PKT. Gol kedua ini dicetak oleh Pacho melalui sundulan kepala yang memanfaatkan umpan lambung Rodrigo Araya.

Unggul 2-0, tim ‘Singo Edan’ ini semakin bernafsu untuk mencetak gol kembali. Melalui sebuah serangan balik, Pacho Rubio kembali berhasil mengoyak jala gawang PKT yang dikawal Sumardi pada menit ke-24. Skor 3-0 untuk Arema ini bertahan hingga jeda pertandingan.

Di babak kedua tempo permainan semakin tinggi. Di menit ke-76 PKT berhasil memperkecil ketertinggalannya lewat gol Aris Budi Prasetyo yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Arema. Gol dari pemain asal Pasuruan tersebut merupakan yang terakhir dalam laga ini. Hingga peluit akhir berbunyi skor 3-1 tidak berubah untuk kemenangan Arema.

Dalam pertandingan ini Arema sempat bermain dengan 10 pemain setelah Pacho Rubio mendapat kartu merah dari wasit Jajat Sudrajat dari Cianjur. (bersambung)

Tinggalkan Komentar