Beranda Fokus Inilah Pertandingan Terbaik Arema (3)

Inilah Pertandingan Terbaik Arema (3)

0
Pemain Arema merayakan kemenangan atas Semen Padang dan lolos ke final (Foto: Cak Taufik)
Pemain Arema merayakan kemenangan atas Semen Padang dan lolos ke final (Foto: Cak Taufik)

Kisah pertandingan terbaik Arema masih berlanjut di edisi ketiga. Inilah pertandingan itu!

1. Arema vs Semen Padang 5-2, Stadion Kanjuruhan, 5 Maret 2017

Partai semifinal Leg II Piala Presiden 2017 yang mempertemukan Arema melawan Tim Kabau Sirah Semen Padang layak dinobatkan sebagai salah satu pertandingan heroik sepanjang sejarah Arema. Berbagai drama, intrik yang menguras emosi dan air mata tersaji dalam laga ketat sepanjang 2×45 menit tersebut.

Pertandingan terbaik Arema, Gonzales mencetak lima gol
Pertandingan terbaik Arema, Gonzales mencetak lima gol

Sebelum pertandingan, Semen Padang memiliki keuntungan tabungan kemenangan 1 gol tanpa balas di pertandingan sebelumnya. Praktis Cristian Gonzales, dkk dituntut mencetak kemenangan dengan selisih gol minimum dua untuk lolos ke babak final. Sepintas terlihat tidaklah terlalu sulit bilamana mengingat posisi Arema yang lebih diunggulkan. Namun kenyataan di lapangan berbicara lain.

Tim asuhan Nil Maizar memberikan perlawan yang baik lewat kolektifitas dan kekompakan yang ditunjukkan Marcel Sacramento dkk. Meski kendali permainan di tangan Arema, Beny Wahyudi, dkk seringkali kesulitan menembus lini pertahanan Semen Padang.

Petaka kemudian di datang di menit ke-23 dan 26. Lewat sebuah skema serangan balik dan memanfaatkan kelengahan pertahanan tuan rumah, tim Semen Padang berhasil mencuri dua gol lewat Marcel Sacremento dan Vendry Mofu. Arema tertinggal 0-3 dalam agregat, dan membutuhkan 4 gol untuk lolos ke final. Sesuatu yang terbilang ‘mustahil’.

Akan tetapi momen berikutnya menyajikan nuansa yang berbeda. Miracle of Kanjuruhan! Dewi fortuna malam itu memihak di tangan tuan rumah.

Seolah tersengat, Cristian Gonzales berhasil mencuri dua gol cepat di menit ke-29 dan 31 untuk mengubah skor pertandingan menjadi 2-2. Pada tempo ini asa dan semangat tim Arema kembali meninggi. Arema memang tertinggal secara agregat 2-3, namun masih memiliki sisa waktu yang cukup (60 menit-red) untuk membuat tambahan dua gol lagi.

Selepas water break Arema memegang kendali serangan, meski demikian gol yang ditunggu berikutnya baru terjadi di menit ke-65 melalui Cristian Gonzales, yang memanfaatkan blunder kiper Muhammad Ridwan. Unggul 3-2 atmosfer pertandingan semakin membara. Arema hanya membutuhkan satu gol kembali untuk lolos ke Stadion Pakansari yang akan menjadi venue final Piala Presiden 2017.

Momen yang ditunggu baru datang di menit ke-89. Memanfaatkan umpan silang Dedik Setiawan, Cristian Gonzales berhasil mencetak gol lewat tandukan tajam. Unggul 4-2 membuat Arema berjarak beberapa menit dengan tangga final.

Semen Padang memiliki kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan untuk memastikan lolos ke babak berikutnya. Apalagi wasit yang memimpin pertandingan memberi tambahan waktu 4 menit. Sayang kesempatan tak digunakan dengan baik, justru tim Kabau Sirah kembali kebobolan.

Kali ini Cristian Gonzales melengkapi penampilannya yang sempurna dengan mencetak quint-trick(lima gol), setelah melakukan sprint sepanjang 70 meter lebih dan memanfaatkan gawang Semen Padang yang kosong karena terlanjur ditinggal Ridwan. Skor berubah menjadi 5-2 dan tak terkejar oleh Semen Padang hingga wasit membunyikan peluit tanda berakhirnya pertandingan semenit sesudahnya.

Dengan hasil tersebut Arema memastikan diri lolos ke babak final yang rencananya akan dihelat di Stadion Pakansari Bogor, 12 Maret mendatang.

2. Arema vs Tim All Star (Perang Bintang ISL), Stadion Kanjuruhan, 6 Juni 2010

Pertandingan Terbaik Arema, melawan tim bintang ISL
Pertandingan Terbaik Arema, melawan tim bintang ISL

Seremonial juara Indonesia Super League(ISL) 2009-10 untuk Arema diawali dengan laga Perang Bintang ISL antara tim Singo Edan dengan All Star. Tim All Star dipilih para pemain bintang yang tampil menawan sepanjang kompetisi.

Mereka terdiri dari top skor kompetisi Aldo Barreto Miranda, Cristian Gonzales, Park Jung Hwan, Bambang Pamungkas, dll. Barisan pemain All Star tersebut diracik oleh pelatih Jacksen F. Tiago dari Persipura yang sukses mengantar timnya merebut gelar runner up ISL. Laga Perang Bintang ISL dipimpin oleh wasit Oki Dwi Putra.

Sejak menit pertama pertandingan dimainkan dalam tempo yang tinggi. Kedua tim memainkan permainan atraktif dan menghibur penonton. Barisan penyerang dari kedua tim juga sama-sama produktifnya.

Arema sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu setelah Park Jung Hwan dan Aldo Barreto mencetak gol ke gawang Kurnia Meiga, masing-masing di menit ke-10 dan 13.

Tak ingin tampil malu dihadapan 35.000 suporternya yang memadati Stadion Kanjuruhan, Ahmad Bustomi, dkk berusaha memperkecil ketertinggalan. Di menit ke-23 Roman Chmelo berhasil membuat gol cantik ke gawang lawan. Semenit kemudian giliran Noh Alam Shah berhasil mencetak gol dan mengubah kedudukan menjadi sama kuat 2-2.

Sayang keunggulan tuan rumah tak bertahan lama. Di menit ke-38 striker Park Jung Hwan mencetak gol pada menit ke-38, yang membuat tim All Star kembali unggul 3-2 dan bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua tim All Star masih berupaya menekan pertahanan Arema. Aldo Barreto membuat aksi menawan dengan golnya di menit ke-46 yang merobek jala gawang Kurnia Meiga.

Ketinggalan dua gol membuat Along dkk tampil lebih trengginas lagi. Hasilnya di menit ke-57 Roman Chmelo mencetak gol dan membuat skor berubah menjadi 3-4.

Pertandingan semakin menarik, setelah Dendi Santoso mencetak gol bagi Arema dan kembali menyamakan kedudukan menjadi 4-4, yang membuat kedua tim mencoba meningkatkan tempo permainan untuk saling mengalahkan.

Namun peruntungan lebih memihak kepada tim All Star. Cristian Gonzales mampu mengkonversi sebuah umpan yang terukur menjadi gol yang mengantarkan All Star unggul 5-4 atas Arema. Gol mantan pemain Persik tersebut merupakan yang terakhir pada pertandingan tersebut. Tim asuhan Jacksen F. Tiago berhasil memenangkan memenangkan laga Perang Bintang 2010.

Di sisi lain walau kalah, Robert Albert memuji penampilan anak-anak asuhnya.Ia mengatakan, Noh Alam Shah, dkk sudah menampilkan permainan terbaiknya. “Walaupun kalah, pertandingan ini untuk menghibur Aremania yang selama ini sudah memberikan dukungan kepada kami. Kami puas karena telah memberikan hiburan kepada Aremania malam ini,” kata pelatih asal Belanda tersebut.(habis)

Tinggalkan Komentar