Beranda Soal Ngalaman Jepang Datang Ke Malang, Inilah Aturan Baru Yang Dibuat

Jepang Datang Ke Malang, Inilah Aturan Baru Yang Dibuat

0
Aturan Jepang Di Malang

Penjajahan Jepang yang dilakukan pada 1942 juga dilakukan di Malang. Jepang memasuki Malang pada 20 Maret 1942. Pada saat itu, Jepang menilai Malang adalah wilayah yang strategis. Apalagi ada banyak sekali markas militer.

Malang yang ketika itu menjadi kawasan untuk beristirahat bagi Belanda yang lelah bekerja dari Surabaya ataupun Pasuruan.

Sehari sebelum memasuki Malang, Jepang sudah membuat surat edaran yang diberikan kepada masyarakat. Surat itu ditandatangani oleh Walikota Raden Adipati Ario Sam yang isinya memberikan propaganda jika Jepang sudah datang.

Ada 10 artikel atau tema pada surat itu, intinya adalah Japanisasi dengan membuang jauh-jauh produk eropa. Apa saja isinya, bisa disimak di atas dan inilah terjemahannya.

Bahasa Indonesia

PENGUMUMAN
PEMERINTAHAN JEPANG, DIBUAT UNTUK WARGA MALANG DAN LINGKUNGANNYA

Artikel 1

Dilarang keras untuk mengibarkan bendera selain bendera Jepang

Artikel 2

Semua potret Ratu Wilhelmina dan anggota kerajaan Belanda harus dihapus, baik di tempat-tempat pribadi seperti rumah atau tempat yang bisa diakses publik.

Artikel 3

Sejak tanggal 20 Maret 1942, maka akan digunakan waktu Jepang ; Beda 1,5 jam waktu Jawa. Maka pada pada 19 Maret malam jam harus diberhentikan hingga jam 12.

Artikel 4

Seluruh sekolah di Malang pada tanggal 18 Maret akan ditutup dan tetap ditutup sampai perintah lebih lanjut. Dilarang keras masuk sekolah hingga sekolah dibuka.

Artikel 5

Semua senjata, bedil, badge dll milik polisi dan personel lain harus dihapus. Seragam yang bisa digunakan harus dilepaskan sampai ada penukaran seragam lain.

Tidak mengikuti larangan sebelumnya akan dihukum sangat berat

Artikel 6

Semua toko, tempat penjualan dan sejenisnya harus tutup jam 10 malam waktu Jepang.

Artikel 7

Pada hari ini, 17 Maret sampai ke Malang memasuki 10:00 jam malam malam sampai pagi 05:00 Waktu Tokyo

Ini menandakan bahwa itu dilarang keras untuk pergi di jalan selama jam-jam tersebut

Mereka yang oleh kegiatan resmi atau profesional yang diperlukan untuk hadir di jalan-jalan dalam waktu jam harus memiliki lisensi untuk tujuan ini, yang dapat diminta dari Gendarmerie Jepang di gedung bekas anak HBS Idenburg Negara

Artikel 8

Dari Kamis, Maret 19 dilarang mobil, sepeda motor dan kendaraan lainnya di jalan, harus ada izin khusus dari pemerintah Jepang. Mobil tanpa izin atau lisensi di jalan akan ditangkap dan disita semuanya. Semua warga Malang dan sekitarnya yang mempunyai bensinn, minyak tanah, minyak, oli mesin dan minyak lainnya, yang digunakan untuk kendaraan bermotor wajib melaporkan SEGERA.

Pemberitahuan ini dibuat secara tertulis, dalam bahasa Inggris atau Melayu di Gedung Pemerintah Jepang di gedung bekas HBS Jalan Idenrburg.

Pencarian bahan bakar juga akan dilakukan, jika ketahuan melanggar seperti yang tertulis di atas maka akan dihukum sangat berat.

Artikel 9

Semua pengumuman, pesan, dll, harus melalui penguasa militer Jepang dengan bahasa Inggris atau bahasa Melayu

Artikel 10

Semua engginer, semua mekanik, tukang, dll milik pekerja logam harus datang paling lambat 20 Maret 1942 di Gedung Pemerintah Jepang di HBS Jalan Idenburg.

Tinggalkan Komentar