Home Memorabilia Jersey Jersey Arema 2011/2012, Saksi Bisu Perjuangan Di ISL Musim Terburuk

Jersey Arema 2011/2012, Saksi Bisu Perjuangan Di ISL Musim Terburuk

1441
0
SHARE
Jerser Arema 2011 Home
Jerser Arema 2011 Home

Jersey Arema 2011/2012 adalah sebuah saksi bisu dari tim yang compang camping untuk berjuang lolos dari zona degradasi.

Kalimat di atas bukan mengada-ngada, Arema bisa dikatakan sedang menjalani musim yang begitu buruk setelah Ligina 2003. Di awal pembentukan tim, praktis hampir semuanya adalah muka baru karena ditinggal sebagian besar pemainnya untuk bergabung dengan tim di Indonesian Premier League (IPL).

Jersey ini Vamos dapatkan dari pertandingan Arema melawan Persipura, 25 Maret 2012. Untuk pertama kalinya, Arema tidak diunggulkan melawan Persipura di kandang sendiri Stadion Kanjuruhan. Benar saja, Arema harus mengakui keungglan Persipura dengan skor 2-1.

Kekalahan ini membuat sejumlah pemain kecewa, maklum laga tersebut digelar di pekan 16 dan posisi Arema ada di peringkat 18 dengan poin 11. Artinya pemain hanya punya satu kesempatan membuktikan dirinya untuk dipertahankan di putaran kedua.

Rasa kecewa terlihat di muka Kim Yong Hee yang merasa yakin jika dirinya bakal tidak dipertahankan oleh Arema karena ada sebuah kesalahan yang dia lakukan dari gol Beto tersebut. Dia yang berjalan keluar lapangan kemudian melepas jersey dan membuangnya ke pinggir. Tidak ingin kesempatan itu hilang, Vamos pun mengambilnya.

JERSEY AREMA 2011/12 - Kim terlihat sudah telanjang dada usai melawan Persipura. (Foto: Abi Yazid)
JERSEY AREMA 2011/12 – Kim terlihat sudah telanjang dada usai melawan Persipura. (Foto: Abi Yazid)

Desain jersey Arema 2011/12 memang terlihat sederhana, jersey yang dibuat oleh apparel lokal AXL ini menggunakan warna biru gelap untuk jersey kandang. Warna sekunder lain yang melingkupinya adalah abu-abu di ketiak hingga bawah, kerah dan di lengah bawah. Serta warna merah di bagian lengan hingga pundak.

Pada jersey itu juga terdapat satu sponsor yaitu Ijen Nirwana, tetapi pemasangan Ijen sendiri karena meneruskan kontrak Ijen pada musim sebelumnya yang berdurasi dua tahun.

Jersey yang dibuat dengan kain drifit lokal ini sebenarnya syarat filosofi makna, hal itu terlihat dengan tanda api di bagian lengan. Tanda yang dijahit dari dua kain yang berbeda ini memberikan makna jika pemain Arema diharapkan memiliki semangat berkobar di lapangan. Semangat untuk pantang menyerah menghadapi siapapun lawannya.

Sementara patch ISL 2011 diletakkan di lengan kanan. Uniknya, patch ISL yang dipakai oleh Arema pada saat itu berbeda dengan klub lain ukurannya. Karena milik Arema terlihat sangat besar dan penuh.

Kim Yong Hee sendiri adalah rekrutan Arema dari Sriwijaya FC, dia dimainkan sebanyak 1064 menit atau 12 kali sebagai pemain inti dan satu kali diganti. Selama satu putaran, dirinya tidak mencetak gol dan menerima lima kartu kuning.

Di putaran kedua dia dicoret untuk digantikan Muhammad Ridhuan, Arema juga berganti desain jersey yang kali ini diproduksi oleh Ultras. Pergantian itu juga dilakukan agar komponen tim punya semangat baru untuk mengarungi putaran kedua.

 

 

Tinggalkan Komentar