Jersey Arema 2014, Jersey yang Sulit Untuk Ditiru

    Jersey Arema 2014 adalah jersey buatan Joma yang dipakai di ISL 2014 dan merupakan jersey Arema yang paling sulit untuk ditiru, apa alasannya?

    0
    Jersey Arema 2014 kandang edisi pertama yang digunakan Victor Igbonefo.
    Jersey Arema 2014 kandang edisi pertama yang digunakan Victor Igbonefo.

    Jika ada pertanyaan, jersey Arema manakah yang sulit ditiru? Maka kami menyebut jersey Arema 2014 ini adalah jersey yang paling sulit untuk ditiru.

    Pembajakan jersey di seluruh dunia memang tidak bisa dihindarkan karena memang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Tidak heran jika kemudian beberapa klub dan produsen jersey berupaya menyelipkan detail unik yang membuat dengan tujuan agar jersey sulit diserupakan. Pendek kata mereka berharap jika jersey memang bisa dibajak, tetapi hasil pembajakan yang tidak mirip memberikan kepuasaan tersendiri bagi para produsen.

    Sebelum dipakai bermain, jersey Arema 2014 ini memang dikecam oleh banyak pembajak. Kecaman pertama adalah jersey yang digunakan untuk launching berbeda dengan yang dipakai untuk bermain.

    Pada saat launching di Stadion Kanjuruhan, jersey yang dipakai bermain ternyata tidak sepenuhnya jadi. Sehingga manajemen meminta sebuah pabrikan jersey di Malang untuk membuat jersey launching. Permintaan dipenuhi, hasilnya jersey Arema saat launching menggunakan warna biru dengan garis tengah warna kuning, mirip jersey Ajax Amsterdam namun beda warna.

    Jersey yang digunakan launching.
    Jersey yang digunakan launching.

    Aremania ataupun wartawan tidak ada yang tahu jika jersey itu tidak digunakan untuk bermain. Tidak heran kemudian beberapa kawan (termasuk saya) memberikan cuitan negatif perihal jersey launching yang secara desain memang terlihat sangat aneh.

    Di sisi lain, para produsen jersey bajakan langsung membuat jersey dengan jumlah yang mungkin jika ditotal mencapai ribuan. Jersey itu secara cepat mampu dihadirkan di pasarakan dalam kurun waktu dua hari. Namun, mereka harus menelan rasa kecewa setelah Arema menjalani laga pertama di Liga melawan Persijap Jepara, sebab yang dipakai untuk bermain sangat berbeda dengan yang dipakai launching.

    Alasan Jersey Arema 2014 Sulit Ditiru

    Seperti yang dibahas, pembajakan tidak bisa dilawan karena memang ada suplay and demand. Namun kemiripannya bisa dilawan. Istilah paling pas adalah jersey itu bisa dibajak tapi sulit ditiru.

    Jersey 2014 ini dibuat tiga edisi, semuanya menggunakan kain drifit Nike dan logo yang dibordir untuk edisi pertama dan logo poliflex pada edisi kedua dan edisi Piala AFC.

    Alasan jersey ini sulit ditiru yang pertama adalah adanya watermark dari logo Joma di seluruh body jersey yang menggunakan warna biru. Logo J tersebut diprint bolak-balik dengan ukuran dan posisi yang sulit untuk diukur tanpa memegang jersey. Watermark ini juga unik karena dari jauh terlihat seperti ukiran-ukiran sebuah pola.

    Beberapa jersey bajakan yang ditemukan di pasar memang tidak ada yang serupa dan kalaupun ada bisa kami pastikan tidak benar-benar sama.

    Kedua adalah siluet warna api jingga ke kuning yang ada di tengah. Siluet ini juga diberi garis tepi merah putih vertikal yang bentuknya tidak simetris. Perpaduan atau gradasi ini juga menyulitkan pembuat jersey karena tebal dan komposisi warna yang cukup sulit.

    Tidak banyak yang tahu jika jersey itu ada tulisan tagline di belakang leher.
    Tidak banyak yang tahu jika jersey itu ada tulisan tagline di belakang leher.

    Hal ketiga yang membuat jersey 2014 sulit ditiru adalah tulisan The Power Is Ours yang saat itu menjadi tagline. Pada jersey edisi pertama tulisan itu terletak di belakang leher saja. Sementara pada jersey edisi kedua dan Piala AFC, tulisan tagline terletak pada belakang leher dan kerah belakang. Tulisan ini memang mudah ditiru tetapi tidak ada yang tahu tanpa melihat atau memegang jersey asli.

    Tiga sebab tersebut bisa dibilang hal utama, belum lagi pernik kecil seperti bordir tulisan Joma, warna logo yang tidak merah tapi jambon dan ukuran logo yang kecil.

    Victor Igbonefo Di ISL 2014

    Musim 2014 adalah musim kedua Victor di Arema, pemain yang didatangkan dari Pelita Jaya itu menjadi sosok yang tidak tergantikan.

    Jersey Victor yang kami dapatkan ini adalah edisi pertama. Edisi pertama adalah jersey yang dipakai pada tujuhu pertandingan pertama dari laga melawan Persijap Jepara hingga laga melawan Pelita Bandung Raya. Edisi pertama dibuat terbatas karena hanya digunakan untuk pemain saja.

    Victor Igbonefo ketika melawan Pelita Bandung Raya
    Victor Igbonefo ketika melawan Pelita Bandung Raya

    Setelah laga kesembilan yaitu melawan Semen Padang, Arema sudah menggunakan jersey edisi kedua yang dipakai terus hingga musim 2014 selesai. Jersey edisi kedua ini adalah jersey yang dijual kepada publik.

    Pada musim 2014, Victor terlibat pada 26 pertandingan yang dijalani oleh Singo Edan, total dia bermain sebanyak 2358 menit dan menerima lima kartu kuning.

    Tinggalkan Komentar

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.