Beranda Memorabilia Jersey Jersey Arema Away 2010/2011, Hermawan

Jersey Arema Away 2010/2011, Hermawan

0
Jersey Arema 2010/2011 matchworn Hermawan
Jersey Arema 2010/2011 matchworn Hermawan

Warna putih dengan balutan biru tua dibawah ketiak menjadi pilihan manajemen untuk jersey Arema away 2010/2011 ini. Jersey ini dipakai oleh Hermawan dengan menggunakan nomor punggung 4.

Jersey pabrikan Lotto ini menggunakan kain dri-fit 2011. Sejenis kain diwaktu itu dengan ciri khas lubang seperti garis tipis. Tidak ada perbedaan kain antara warna putih dengan biru tua.

Secara disain jersey ini mengingatkan Aremania pada musim 2007, hanya saja pada waktu itu Puma menempatkan logo utama di dada bagian kanan sedangkan logo Lotto di jersey Arema 2010 diletakkan di bagian tengah. Perbedaan lain adalah jenis kerahnya yang lebih modern. Dibagian lengan kanan dan kiri, logo lotto hanya tertera logonya saja tidak ada tulisan karena terlihat ukurannya cukup besar.

Cukup berbeda dengan tim lain, Arema menempatkan patch Djarum ISL di lengan sebelah kanan. Sementara, di bagian depan ada semacam patch dengan ukuran yang lebih kecil yang ditempatkan diantara nomor dada dan logo Arema.

Jersey Arema away 2010/2011
Jersey Arema away 2010/2011

Untuk sponsor, jersey Arema away 2010/2011 ini menggunakan Ijen Nirwana. Meski poliflex sudah lumrah di tahun 2010, saat itu manajemen Arema memilih menyablon dengan jenis sablon rubber. Sablon juga dipilih untuk nama dan nomor punggung (nns) yang menggunakan font berjenis ‘bertold city bold‘. Warna font sendiri menyesuaikan warna di lengan jersey.

Sponsor lain adalah Axis, hanya saja untuk sponsor ini baru dipasang pada putaran kedua yang memasuki akhir. Dimana peresmiannya dilakukan ketika Arema melawan Persipura Jayapura. Saat itu Singo Edan menang dengan skor 1-0 melalui gol Sunarto. Selain itu juga ada sponsor Honda MPM yang disablon dibagian belakang di atas nns dengan warna merah.

Hermawan sendiri pada Indonesia Super League 2010/2011 tidak banyak mendapatkan kesempatan bermain. Dirinya kalah bersaing dengan Pierre Njaka (diganti Roman Golian di putaran kedua), Purwaka Yudi, Waluyo hingga Irfan Raditya. Satu-satunya kesempatan main dia dapatkan ketika melawan Persija Jakarta pada 9 Januari 2011. Saat itu dirinya ditempatkan di posisi sayap kiri oleh Miroslav Janu.

Tinggalkan Komentar