Beranda Memorabilia Jersey Jersey Arema Away ISC 2016, Dipakai Nicholas Kalmar di Laga Ke-20

Jersey Arema Away ISC 2016, Dipakai Nicholas Kalmar di Laga Ke-20

Jersey Arema away ISC 2016 memiliki desain yang sama dengan jersey kandang. Namun selama 34 laga yang dimainkan jersey ini hanya dipakai selama tiga kali saja.

0
Jersey Arema away ISC 2016
Jersey Arema away ISC 2016

Jersey Arema away ISC 2016 masih menggunakan jersey Specs  kendatipun musim sebelumnya di ISL 2015 pabrikan tersebut dihujat oleh Aremania karena membuat desain yang buruk.

Specs masih dipercaya manajemen Singo Edan karena selama Indonesia dibekukan oleh FIFA, apparel tersebut masih dianggap sangat setia karena memberikan dukungan terhadap perjuangan Arema di sejumlah turnamen yang diikuti.

“Walaupun kompetisi di suspend, Specs tetap memberikan komitmen. Mereka memberikan apapun yang kami inginkan. Mulai dari jersey, bola, hingga perlengkapan latihan,” ujar Manajer Umum Ruddy Widodo.

Jersey Arema away ISC 2016 sendiri juga sempat membuat penasaran Aremania. Karena Aremania tidak mengetahui warna dan desain jersey away tim Singo Edan ini selama beberapa pekan. Ketidaktahuan Aremania ini dikarenakan pada turnamen yang digelar saat Indonesia menjalani sanksi karena dibekukan oleh FIFA ini Arema tidak melakukan launching tim selayaknya mengikuti kompetisi sebelumnya. Sehingga Arema hanya mengetahui jersey kandang dengan warna biru gelap.

Penampakan lengkap Jersey away Arema ISC 2016
Penampakan lengkap Jersey Arema away ISC 2016

Sejumlah Aremania berandai-andai tentang bentuk dan warna jersey. Apakah menggunakan teamweare yang sama dengan jersey kandang, ataukah membuat desain teamweare lain.

Rasa penasaran itu akhirnya terjawab di pekan ke-17 saat Arema bertandang ke markas Persib Bandung. Secara jelas Singo Edan memakai teamweare yang sama dengan jersey kandang namun beda warna.

Jersey ini memiliki warna putih dengan garis biru muda, untuk membuat serasi. Arema memilih warna hitam untuk sponsor Corsa dan warna biru muda untuk sponsor Ijen Suites & Residence. Sementara sponsor di sisi kanan yaitu IM3 Ooredo dan Guna Bangun tidak mengalami perubahan.

Cristian Gonzales mencetak satu-satunya gol saat Arema menang melawan Bhayangkara FC | Foto: Abi Yazid
Cristian Gonzales mencetak satu-satunya gol saat Arema menang melawan Bhayangkara FC dengan memanfaatkan umpan Nicholas Kalmar | Foto: Abi Yazid

Untuk nama dan nomor punggung, Arema juga memilih warna biru muda. Sayang, selama 34 kali pertandingan di Liga 1, Arema hanya tiga kali saja menggunakan warna putih, yaitu saat melawan Persib Bandung, Persiba Balikpapan, dan Bhayangkara.

Nicholas Kalmar sendiri adalah pemain asal Australia yang dihadirkan di putaran kedua pada September 2016 untuk menggantikan peran Srdan Lopicic yang mengalami cedera. Sosok yang berusia 29 tahun pada waktu itu memilih menggunakan nomor punggung 32.

Karena baru masuk di putaran kedua, jersey Nick Kalmar yang didapatkan Vamos Arema baru bisa menjadi matchworn pada laga ke-20 Arema. Saat itu, 27 September 2016, Arema yang datang ke Stadion Sidoarjo mampu menang 1-0 melawan Bhayangkara Surabaya United. Dia menjadi pahlawan karena mampu membuat satu assist untuk gol Gonzales.

Sayang Nick Kalmar tidak mendapatkan rekomendasi pelatih Aji Santoso saat Arema menjalani persiapan musim kompetisi Liga 1 2017. Dirinya pun pergi kembali ke Australia untuk memperkuat Dandenong City.

Tinggalkan Komentar