Jersey Arema Home 2015, Jersey Kontroversial Terpakai Dua Kali Di QNB League

Jersey Arema Home 2015, Jersey Kontroversial Terpakai Dua Kali Di QNB League

2301
0
SHARE
Jersey Arema Home 2015 buatan Specs dengan disain yang biasa saja
Jersey Arema Home 2015 buatan Specs dengan disain yang biasa saja

Saat memulai kompetisi musim 2015, Manajemen Arema mampu mengejutkan Aremania dengan desain jersey Arema home 2015, bentuk kotak-kotak yang bisa dikatakan buruk.

Jersey tersebut mirip dengan desain dari jersey Parma, klub dari Liga Italia. Warna kuning dan biru hanya dibelah menjadi empat kotak sederhana. Mirip juga dengan desain beberapa jersey klub Liga Indonesia pada musim 1997 atau Liga Kansas.

Manajemen sendiri punya alasan untuk menggunakan desain itu, mereka menyatakan jika keindahan suatu desain bersifat subyektif sehingga makna indah versi manajemen bisa berbeda dengan suporter. Sementara soal warna kuning dan biru untuk Arema dikarenakan ada sebuah konsep yang diusung sehingga filosofinya memang sesuai dengan keinginan manajemen.

“Imlek sebentar lagi akan datang, pepatah Tionghoa menyebutkan warna kuning dianggap warna terindah seperti emas. Kuning menghasilkan yin dan yang, kuning adalah pusat dari segala sesuatu. Identik dengan warna untuk kaisar, warna untuk raja dan menyimbolkan keberuntungan,” ujar Sudarmaji, media officer dikutip dari laman resmi Singo Edan.

Secara subyektif, Vamos Arema menilai jika desain perpaduan warna kuning dan biru ini adalah yang terburuk. Pertama, warna kuning yang harusnya menjadi warna sekunder dibuat sama komposisinya dengan biru, sehingga dari jauh Arema lebih sebagai tim yang punya warna identitas kuning biru seperti Parma, Swedia, hingga Club America.

Warna sekunder kuning juga pernah digunakan pada jersey kandang musim 2005, jersey kandang musim 2007 dan jersey 2014 sehingga identitas biru tetap terlihat dari jauh.

Warna biru dan kuning di bagian belakang membuat jersey Arema home 2015 kurang kontras
Warna biru dan kuning di bagian belakang membuat jersey Arema home 2015 kurang kontras

Kedua, di bagian belakang alih-alih menggunakan blok warna biru, ternyata desain kotak tetap digunakan. Hal ini menyebabkan nama dan nomor punggung yang menggunakan warna putih terlihat tidak kontras sama sekali. Pun begitu dengan sponsor Lupromax Oil yang warnanya sedikit menabrak warna jersey.

Jika memaksakan warna kotak, mungkin desain yang bisa menjadi inspirasi adalah jersey buatan Zoran untuk Central Coast Mariners dari Australia, tim yang juga pernah menjadi lawan Arema di final Piala Menpora 2013. Pendesain tidak serta merta membagi warna kuning dan biru menjadi empat bagian melainkan ada perantaranya.

Disain jersey Central Coast Mariners bisa menjadi inspirasi jika menggunakan kotak-kotak seperti jersey Arema Home 2015
Desain jersey Central Coast Mariners bisa menjadi inspirasi jika menggunakan kotak-kotak seperti jersey Arema Home 2015

Specs sendiri sebagai pabrikan menolak disalahkan. Mereka juga mendapatkan mentions di akun twitter-nya tidak lama setelah jersey ini diluncurkan. Baru beberapa hari kemudian mereka berkicau dengan menyatakan jika desain jersey itu pesanan dari Arema.

Pada prakteknya sendiri, jersey ini awalnya digunakan Arema untuk pertandingan Bali Island Cup 2015 yang digelar di Bali. Saat itu, Arema memenangi persaingan juara melawan Persipasi Bandung Raya, Persiram Raja Ampat dan tuan rumah Bali United.

Sementara di liga, Aremania berkesempatan memandang jersey itu kala menghadapi Barito Putera dan Persija Jakarta. Ada perbedaan pernik kecil saat melawan keduanya. Yakni beberapa pemain menggunakan jersey dengan logo di nomor punggungnya, sementara beberapa pemain tidak menggunakannya.

Well, seburuk apapun disain jersey, Vamos Arema menilai jika hal itu bukan alasan untuk tidak mengkoleksinya, justru keburukan akan menjadi sesuatu yang unik. Di sisi lain, kolektor sejati tidak pernah memandang disain, karena yang terpenting itu adalah jersey Arema. Apalagi jersey itu punya sejarah yang tidak mengenakkan bagi perjalanan kompetisi di Indonesia yang tidak berlanjut karena organisasi sepakbolanya dibekukan pemerintah.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY