Beranda Memorabilia Jersey Jersey Arema Malang 2005 Home, Hermawan

Jersey Arema Malang 2005 Home, Hermawan

0
Jersey Arema Malang 2005 Home, merupakan jersey dengan apparel lokal
Jersey Arema Malang 2005 Home, merupakan jersey dengan apparel lokal

Jersey Arema Malang 2005 menggunakan warna biru di Liga Djarum Indonesia 2005. Sama dengan jersey away 2005, jersey untuk kandang ini menggunakan apparel lokal.

Tidak jelas apa merek dari apparel ini karena di bagian kerah hanya bertuliskan ukuran jersey saja. Tidak disebut nama spesifiknya.

Secara disain, meskipun tidak mirip-mirip amat. Jersey ini sepertinya terinspirasi dari Nike Teamwear 2004, dan dibalut dengan kain Paragon. Warna biru tetap menjadi warna utama dengan tambahan warna kuning sebagai warna sekunder. Warna tambahan lain adalah putih yang digunakan untuk nomor punggung.

Sementara font untuk nomor punggung yang digunakan bernama Impact, sebuah font bawaan dari Microsoft Windows.

Jersey Arema Malang 2005 tidak menggunakan nama punggung
Jersey Arema Malang 2005 tidak menggunakan nama punggung

Salah satu keunikan dari jersey Arema Malang 2005 ini adalah ketiadaan dari nama punggung. Di bagian itu, jika jersey away diisi oleh sponsor XL maka di jersey home adalah produk lain dari operator seluler XL yaitu Jempol. Sementara sponsor lain yang menyertai adalah X-Mild di bagian dada kiri dan Extra Joss di bagian perut.

Selain nomor punggung, logo Extra Joss adalah satu-satunya bagian yang di sablon karena patch sponsor dan logo di jersey ini dipasang dengan cara bordir.

Pada perjalanan selanjutnya, ada tambahan ornamen di jersey. Yaitu sebuah patch kompetisi. Namun, patch itu baru ditambahkan pada akhir putaran kedua.

Semua bahan dibordir kecuali sponsor Extra Joss
Semua bahan dibordir kecuali sponsor Extra Joss

Nomor punggung empat adalah milik dari Hermawan, sang pemain itu pada tahun 2005 menjadi musim ketiganya di Arema. Ketika itu dia masih berusia 22 tahun dan merupakan alumni dari PON 2004 Sumatera Selatan. Sayang tidak banyak kesempatan yang didapatkan dari Benny Dollo. Dengan pola tiga bek tengah di formasi 3-5-2, pemain asal Pakisaji ini masih kalah bersaing dengan Claudio De Jesus, Sunar Sulaiman, Aris Budi Prasetyo, Warsidi atau bahkan Richie Pravita Hari.

Keadaan itu membuat Hermawan di Liga Indonesia 2006 memutuskan untuk bergabung dengan Pelita Jaya. Dia baru kembali ke Arema saat dilatih oleh Robert Rene Albert Di ISL 2009/2010.

Tinggalkan Komentar