KLIPING: Joko Susilo Kembali Ke Arema Malang

KLIPING: Joko Susilo Kembali Ke Arema Malang

299
0
SHARE
Kembalinya Joko Susilo Ke Arema menjadi cerita.
Joko Susilo kembali Ke Arema menjadi cerita.

Joko Susilo pernah membuat cerita yang tidak memungkinkan pada masa silam. Pada Liga Indonesia V atau Liga musim 1998/1999, Joko Susilo kembali ke Arema lagi setelah dari Persija.

Konon, Joko menolak bayaran besar yang bisa dikatakan berlipat-lipat ketika membela Persija Jakarta dan hanya menerima gaji Rp1.000.000 saja di Arema. Dia tidak tahu mengapa dirinya saat itu melakukan itu, yang jelas dia merasa jika Arema adalah keluarganya. Kembalinya Joko Susilo pun menjadi cover cerita profil pemain Arema pada musim 1998/1999.

Joko Susilo Kembali ke Sarangnya, begitu kliping itu judulnya.
Joko Susilo Kembali ke Sarangnya, begitu kliping itu judulnya.

Joko Susilo Kembali Ke Sarangnya

Setinggi-tingginya burung terbang, akhirnya dia kembali ke sarangnya juga. Pepatah ini patut dialamatkan kepada Joko Susilo. Baginya, Arema memang jodoh, setelah memperkuat Persija pada Ligina IV dan jauh sebelumnya memperkuat Mitra Surabaya pada era kompetisi Galatama 19931.

Ketika mengawali karirnya di Arema lima tahun lalu2, dia membawa obsesi ingin membuktikan bawha Mitra keliru tidak memperpanjang kontrak penyerang kelahiran Cepu, Jawa Tengah ini.

Dan, benar, dia kemudian ikut mengantarkan Arema menjadi juara Galatama 1993/19943 dan terus bersama Singo Edan hingga Liga Indonesia III. Sebenarnya dia enggan meninggalkan Arema, kalau klub ini kemudian tidak betul-betul mengalami krisis manajemen.

Begitulah menginjak LI IV, Persija yang terobsesi membangun kejayaannya seperti era kompetisi Perserikatan pada 1970-an lalu merekrutnya. Sebelumnya, Joko juga sempat dipinjam PSM Ujung Pandang pada Piala Winners Asia.

Ketika LI IV bubar di tengah jalan, ia mudik ke Malang, ia tak langsung ke Arema. Ia sempat mengikuti seleksi Persema dan bahkan sudah didaftarkan untuk Ligina V. Tapi Arema dan Persema sempat bersitegang memperebutkan beberapa pemain, termasuk Joko akhirnya sepakat melabuhkan Gethuk -sapaan akrabnya- ke Arema.

Di sini, ia menjadi kapten dan langsung menggebrak dengan gol tunggalnya melawan tuan rumah Persikabo Bogor sebelum berakhir 1-1.

Catatan

  1. Bukan 1993 yang benar melainkan musim 1990/1992
  2. Lima tahun di tahun 1998
  3. Bukan 1993/1994 melainkan 1992/1993

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY