Beranda Fokus Kanjuruhan Darurat Lampu Stadion

Kanjuruhan Darurat Lampu Stadion

Pada 2014, lampu Stadion Kanjuruhan sudah punya luminasi 1200 lux lebih. Namun tidak bisa menggelar pertandingan Piala AFC pada malam hari.

0
Perhatikan tribun penonton, lampu stadion Kanjuruhan nampak hanya memberikan sorotan di sisi lapangan saja.
Perhatikan tribun penonton, lampu stadion Kanjuruhan nampak hanya memberikan sorotan di sisi lapangan saja.

“Kami sudah melakukan perbaikan lampu stadion, sekarang kondisinya sudah 1200 lux dan ini sudah sesuai dengan standar yang disyaratkan oleh AFC sehingga kami bisa bermain malam hari,” terang Abdul Haris pada 2014.

Ya, menjelang Piala AFC 2014 lalu, panpel Arema yang dikomandoi oleh Abdul Haris melakukan perbaikan lampu Stadion Kanjuruhan. Sebuah perbaikan untuk meningkatkan kualitas lampu menjadi 1200 lux agar Arema bisa bermain malam hari di Piala AFC.

Tetapi rencana itu urung dilaksanakan karena AFC menganggap lampu di Stadion Kanjuruhan meskipun sudah benar diuji memiliki luminasi lebih dari 1200 lux, ternyata hanya memberikan sorotan ke lapangan saja. Padahal ada standar atau syarat lain yaitu harus ada lampu yang menyorot ke tribun penonton terutama penonton ekonomi.

“Secara keseluruhan pencahayaan lampu di Kanjuruhan sudah memenuhi. Namun ada catatan dimana ketidakrataan kualitas pencahayaan di beberapa titik. Selain itu lampu di sini juga tidak bisa menjangkau tribun penonton. Tetapi semua itu akan kita laporkan kepada AFC,” kata David Dwight Penano, dari AFC.

Entah masygul atau apa, siapa sangka dua tahun dari keinginan panpel Arema untuk menaikkan standar lampu untuk laga Asia, sekarang Kanjuruhan bisa dikatakan darurat lampu.

Lampu Stadion Kanjuruhan cenderung gelap atau bahkan bisa saya katakan dikatakan paling gelap dibandingkan lampu stadion lain di Jawa Timur yang menggelar Liga 1 saat ini. Mungkin setara dengan Stadion Petrokimia yang membutuhkan energi khusus untuk memotretnya.

Penyebabnya sangat mudah dicari, tentu saja karena bohlam Kanjuruhan tidak menyala semuanya. Padahal jumlah bohlam sebanyak 37 buah itu merupakan sebuah standar yang ditingkatkan karena sebelum 2014 jumlah bohlam lampu Stadion Kanjuruhan hanyalah 24 buah.

Padahal 37 buah milik Kanjuruhan lebih rendah dibandingkan dengan Stadion Pamelingan (42 bohlam), Stadion Delta Sidoarjo (42 bohlam). Tidak dibayangkan jika semuanya tidak menyala, tentu saja benar-benar menyiksa.

Angka 35 pasang bohlam lampu Stadion Kanjuruhan adalah yang terbanyak di Jawa Timur. Namun ternyata tidak menyala semua.
Empat titik lampu Stadion kanjuruhan tidak ada yang menyala sempurna. Angka 37 pasang bohlam lampu Stadion Kanjuruhan adalah yang terbanyak ketiga di Jawa Timur.

“Hancur lampu di Stadion Kanjuruhan, padahal Arema banyak sekali memainkan pertandingan di malam hari,” kata Guest Gesang, kawan sesama fotografer.

Kegelisahan awak fotografer memang sudah disadari oleh ketua Panpel Arema Abdul Haris. Menurutnya sejak akhir musim lalu Arema sudah mengajukan renovasi lampu stadion kepada pemerintah kabupaten Malang. Bahkan dia mengulanginya sesaat setelah Arema menjadi juara Piala Presiden.

“April akan ada pendokumentasian licensing club. Arema siap melakukan tahapan itu. Salah satu yang akan dilakukan perbaikan adalah lampu stadion yang saat ini banyak dikeluhkan oleh teman-teman fotografer dan oficial broadcast,” Kata Haris pada Maret 2017.

Licensing Club sudah digelar beberapa waktu lalu di Jakarta. Kini Arema punya PR besar untuk menyelesaikan pengerjaan lampu Stadion. Karena hingga laga ketiga yang digelar di Kanjuruhan, tanda-tanda itu belum ada. Tidak heran kemudian salah satu peserta Liga 1 yaitu Madura United melalui presidennya pun sudah mengeluh soal lampu.

“Mungkin stadion Kanjuruhan kurang terang untuk sebuah pertandingan,” tegas presiden Madura United.

Jadi ditunggu saja keaktifan pengelola stadion untuk membenahi sektor ini.

Tinggalkan Komentar