Beranda Fokus Perkenalkan Kapten Baru Arema, Johan Ahmat Farizi

Perkenalkan Kapten Baru Arema, Johan Ahmat Farizi

0
Kapten baru Arema, pengalaman dengan ban melingkar di sisi kiri (Foto: Dani Kristian)
Kapten baru Arema, pengalaman dengan ban melingkar di sisi kiri (Foto: Dani Kristian)

Ahmat Farizi akhirnya terpilih menjadi kapten baru Arema FC pada Liga 1 musim 2017. Terpilihnya pemain yang berasal dari Jatiguwi ini memang tidak mengejutkan kendati Aji Santoso sebagai pelatih pernah menyatakan jika kandidat kapten selain dirinya adalah Beny Wahyudi, Kurnia Meiga, dan Ahmad Bustomi.

Farizi adalah kapten tim Arema Junior saat mengarungi kompetisi Indonesia Super League U-21 di musim 2009/2010, sehingga dia tidak akan gugup mengemban jabatan itu karena sudah pernah meskipun hanya tim junior. Pemain berusia 26 tahun itu memang punya bakat spesial, karena selang setahun kemudian dirinya sudah naik kelas ke tim senior. Namun, jabatan dengan karet melingkar di lengan baru dia gapai musim ini.

Aji memilih Farizi karena sang pemain mempunyai determinasi yang sangat baik ketika di lapangan, dia punya emosi yang cukup stabil untuk mengendalikan dirinya dan rekan-rekannya. Lebih dari itu, sosoknya dianggap mewakili rekan-rekannya dilapangan untuk menyampaikan strategi pelatih atau bersilang pendapat dengan wasit.

Memang karakter Farizi adalah pemain yang jarang banyak bicara, namun karakter memimpin dia punyai meskipun cukup tersembunyi dan belum dia lihatkan.

“Kami sudah putuskan bersama Alfarizi sebagai kapten permanen karena dia punya kemampuan untuk mengangkat mental tim dan memberikan contoh bermain dengan fighting spirit tinggi. Kami yakin Farizi bisa membawa tugas kapten dengan baik,” kata Aji.

Debutnya sebagai kapten berjalan mulus manakala Arema melakoni pertandingan ujicoba melawan Braling All Star. Arema mampu menang dengan skor 3-1 dan tidak kebobolan saat dia bermain.

Johan Ahmat Farizi dengan Ahmad Bustomi (Foto: Dani Kristian)
Kapten baru Arema Johan Ahmat Farizi dengan Ahmad Bustomi (Foto: Dani Kristian)

“Saya biasa saja, saya melakukan pertandingan seperti biasanya, jabatan sebagai kapten tidak dijadikan sebagai beban. Karena nanti bisa kacau,” tegasnya usai pertandingan.

Farizi pun mengaku tidak segan memberikan teriakkan kepada rekan-rekannya agar sistem di tim berjalan dengan bagus.

“Sebagai tugas meneriaki teman. supaya tim ini berjalan dengan bagus. Tidak ada rasa segan kepada pemain senior atau junior karena di lapangan semuanya sama, tidak boleh malu-malu atau segan karena akan membuat tim menjadi rusak. Saya sudah bicara kepada pemain muda kalau di lapangan jangan malu,” ujar pria asal Sumberpucung itu.

Lucunya, karena sudah lama tidak menjadi kapten. Farizi menganggap jika ban yang melingkar di lengan seperti sebuah pemeriksaan tekanan darah.

“Pertandingan perdana tidak ada masalah, cuma agak risih juga di bagian tangan karena seperti diperiksa tensinya,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar