Beranda Fokus Antara Keraguan & Keinginan Persigo Semeru FC Untuk Menapaki Kasta Tertinggi

Antara Keraguan & Keinginan Persigo Semeru FC Untuk Menapaki Kasta Tertinggi

0
Skuat Persigo Semeru FC | Foto: Abi Yazid
Skuat Persigo Semeru FC | Foto: Abi Yazid

Sepakbola Lumajang kembali bergairah, setelah sempat lesu karena penampilan PSIL Lumajang yang tidak terlalu baik. Kini mereka punya gacoan baru yang bernama Persigo Semeru FC.

Persigo sendiri adalah klub yang berasal dari Gorontalo. Namun, karena sejumlah petinggi mereka yang notabenenya adalah orang penting di sana tertangkap oleh KPK. Tim itu kemudian mengalami krisis finansial sehingga melakukan merger dengan PT. Semeru Sakti Lumajang. Markasnya pun pindah dari Stadion Merdeka ke Stadion Semeru Lumajang dengan nama gabungan Persigo Semeru FC.

Sejumlah perbaikan dan persiapan yang cukup baik dilakukan oleh PT Semeru Sakti pada awal musim membuat tim ini melejit sebagai salah satu kontestan babak 16 besar dari Liga 2 grup 7.

Thoriq Alkatiri dan Miko | Foto: Abi Yazid
Thoriq Alkatiri dan Miko Miko Agus Pribadi | Foto: Abi Yazid

Sayang saat kesempatan lolos ke kasta tertinggi ada. Kami melihat ada sedikit keraguan yang menghampiri mereka. Beruntung Vamos Arema punya kesempatan mengobrol dengan dua bos besar Semeru FC yaitu Manajer Miko Agus Pribadi, pelatih Putut Wijanarko dan H Thoriq Alkatiri yang merupakan CEO (chief executive officer) PT Semeru Sakti.

Keduanya membantah keraguan kami dan menyatakan akan berjuang untuk lolos ke Liga 1 jika kesempatan itu ada. Tetapi tetap ada pertimbangan dan secara garis besar bisa dijelaskan sebagai berikut.

Stadion

Potensi yang paling mengganjal adalah Stadion. Markas Semeru FC yang bernama Stadion Semeru terlihat jelas sangat jauh dari kata layak untuk menggelar sejumlah pertandingan Liga 1.

Hanya ada satu tribun saja yang ada di sisi barat. Sementara untuk selatan, timur, dan utara dibiarkan kosong melompong. Tidak heran sejumlah pendukung Semeru FC terus meneriakkan pembuatan tribun baru untuk mereka kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Jika Semeru naik kasta, mereka sangat tidak mungkin menggunakan stadion itu. Pilihan terdekat adalah bermain di Jember dengan Stadion Jember Sport Garden-nya.

“Mungkin kawan-kawan media bisa mendorong pemerintah setempat untuk membuat tribun Stadion Semeru,” terang Miko.

“Tetapi jika nanti kami lolos dan Stadion Semeru tidak layak maka kami bisa bermain di Jember. Kami punya modal yaitu banyaknya pemain asal Jember yang ada di tim ini. Ada sekitar tujuh pemain dari sana, karena itu akan membuat kami dihadiri banyak penonton di Jember,” sambung Putut Wijanarko.

Suporter membutuhkan tribun | Foto: Abi Yazid
Suporter membutuhkan tribun | Foto: Abi Yazid

Suporter

Kenapa Stadion Semeru kecil, karena sangat sulit untuk mendatangkan suporter Lumajang ke Stadion Semeru. Hal ini terjadi karena kabupaten Lumajang sudah terpetakan sebagai basis Bonek dan Aremania yang notabenenya adalah klub yang berasal dari Surabaya dan Malang.

Kehadiran Semeru awalnya memang tidak terlalu mendapatkan perhatian. Sejumlah pertandingan mereka sepi sekali. Tetapi dengan prestasi yang menanjak, lambat laun masyarakat Lumajang mulai hadir di Stadion. Terakhir, saat menjamu Celebest FC lalu mereka dihadiri oleh 3000 suporter, hal yang luar biasa untuk ukuran Lumajang.

“Suporter akan datang jika kami berprestasi. Kami kini mencoba menguatkan akar agar semakin banyak orang memberikan dukungan kepada kami. Jika kami mendapatkan dukungan, lambat laun kami merasa yakin bisa berlaga di kasta tertinggi. Jika dukungan tidak ada, akan sangat sulit bagi kami bersaing di pentas itu, bisa-bisa hanya numpang lewat setahun kemudian turun lagi,” jelas Thoriq Alkatiri.

Biaya

Selain persaingan, hal yang perlu dipikirkan untuk Liga 1 adalah pembiayaan. Memang benar ada subsidi sebesar Rp7 milyar dari PT LIB dan minimal Rp5 dari televisi. Namun, bisa jadi subsidi itu akan habis untuk mendatangkan pemain dan menyelenggaran pertandingan.

Sementara tim akan berkelana dari Padang hingga Jayapura untuk menghadapi 17 kontestan lain. Biaya ini menjadi sangat penting untuk dipikirkan karena biasanya untuk away banyak klub yang mengandalkan tiket pemasukkan laga kandang. Jika laga kandang sulit diharapkan bisa jadi Semeru FC akan kesulitan.

Keuntungan-keuntungan

Banyak keuntungan yang didapatkan jika Semeru FC bisa menapaki kasta tertinggi. Salah satunya adalah promosi daerah. Sebagai contoh, orang Lamongan kini tidak ragu lagi menyebut asalnya karena sebelumnya mereka kerap menyebut berasal dari Surabaya, kepulauan Yapen terkenal berkat kehadiran Serui di lapangan, sementara Semen Padang lebih dikenal tim yang berasal dari Padang dibandingkan tim yang dibiayai perusahaan semen.

Spanduk Lumajang bangkit!
Spanduk Lumajang bangkit!

“Kami tidak mau sesumbar, kami tidak mau gegabah. Bukan ragu tetapi kami menapaki setapak demi setapak. Jika sudah saatnya entah itu musim ini atau di masa yang akan datang saya yakin Lumajang akan punya tim yang berlaga di kasta tertinggi,” ungkap Thoriq.

Di sisi lain, Miko juga punya pendapat sendiri menyikapi persaingan di Liga 2. “Kami tetap menargetkan lolos dulu ke babak 16 besar, fokus saatnya ke sana. Saat ini masih menyisakan tiga pertandingan. Kami harus tetap berhati-hati karena persaingan begitu ketat. Kami tidak mau terlena untuk merasa yakin lolos meskipun saat ini ada di peringkat kedua,” tegasnya.

Tinggalkan Komentar