Beranda Fokus Keinginan Malang United & Sumbangsih Kepada Timnas Indonesia

Keinginan Malang United & Sumbangsih Kepada Timnas Indonesia

Setahun berdiri, Malang United punya tekad yang cukup kuat. Mereka berupaya mengembangkan pemain muda untuk menjadi salah satu penggawa Indonesia di masa depan.

0
Djoko Purwoko, Presiden Malang United
Djoko Purwoko, Presiden Malang United punya keinginan dan ambisi yang besar untuk kemajuan sepakbola Indonesia.

Malang United berdiri 30 Januari 2017, saat artikel ini ditulis mereka baru berusia satu tahun lebih enam hari. Walaupun demikian, ada sebuah tekad yang cukup kuat bagi mereka untuk memberikan sumbangsih bagi perkembangan sepakbola Indonesia.

Satu tahun berjalan beragam ujian datang. Seperti yang diceritakan Presiden klub Djoko Purwoko. Godaan paling besar adalah keinginan untuk mengakusisi tim lain dengan harapan bisa langsung berada di kasta tertinggi.

Keinginan itu makin kuat manakala mereka saat berkompetisi di Liga 3 zona Jawa Timur lalu punya prestasi yang tidak terlalu bagus. Di akhir klasemen penyisihan, Malang United berada di peringkat keenam dari tujuh klub peserta grup D. Posisinya berada dibawah Persenga Nganjuk, Blitar United, Persikoba Kota Batu, Triple S Kediri, dan Persema Malang.

Namun, keinginan untuk melakukan pembelian lisensi dan akuisisi itu tidak terlaksana. Salah satunya adalah saat Djoko bertemu dengan Indra Sjafri.

“Ini seperti menjawab doa saya karena saya ingin dikenalkan, dan dipertemukan dengan orang-orang yang ikhlas membangun sepakbola Indonesia. Saya bertemu dengan Indra dan mendapatkan masukan agar tidak tergesa membesarkan klub ini. Harus pelan-pelan dinikmati tahap demi tahap. Dan yang paling penting dari sebuah klub adalah memulai membina pemain muda di Indonesia. Karena beliau ini punya kurikulum bagus untuk pembinaan pemain muda maka saya tidak ragu menunjuk beliau ini sebagai direktur teknik di sini,” ujarnya.

Pendekatan Berbeda Malang United

Musim 2018, untuk tim senior pendekatan berbeda dilakukan Malang United. Mereka yang ingin naik kasta ke Liga 2 mencari pemain dengan menyelenggarakan seleksi terbuka dengan peserta dari seluruh Indonesia.

Dari sisi kepelatihan, Zoran Maric didatangkan untuk memoles skuat itu. Ada alasan khusus kenapa sosok asal Serbia yang juga dikenal sebagai pembina pemain muda itu didatangkan.

Malang United mendatangkan pelatih asing untuk Liga 3.
Malang United mendatangkan pelatih asing untuk Liga 3.

“Bagi kami tidak ada niat menafikan, atau tidak percaya dengan pelatih Indonesia. Namun, mindset harus diubah. Saya sudah bilang ke coach Indra untuk mencarikan pelatih berkualitas dari luar negeri yang bagus di pembinaan,” tegas Djoko.

“Pelatih asing akan membuat seleksi kami tidak menerima titipan. Yang kedua, tidak hanya melatih, namun dia juga transfer ilmu kepada asisten pelatih kami, karena memang kami juga memberikan syarat minimal AFC C untuk asistennya.”

Ingin Membantu Pengembangan Sepakbola Indonesia

Selain memiliki skuat senior untuk berkompetisi. Djoko terus menegaskan akan membina bakat terbaik khususnya di Malang dan pada umumnya di Indonesia.

Tujuan dari pembinaan ini adalah Malang United turut punya andil terhadap keinginan PSSI yang berupaya lolos ke Piala Dunia 2034. Untuk itu, kurikulum dari Indra Sjafri benar-benar akan diterapkan pada akademi mereka.

Tidak hanya ujicoba melawan timnas. Malang United punya keinginan untuk menyumbangkan pemain ke timnas.
Tidak hanya ujicoba melawan timnas. Malang United punya keinginan untuk menyumbangkan pemain ke timnas.

Tidak lupa Yusuf Mansur juga dijadikan sebagai penasehat spiritual agar pemain muda Malang United memiliki akhlak yang baik dan mempunyai respect terhadap sesamanya. Sehingga nantinya Malang United tidak membangun mes atau asrama untuk tempat tinggal bagi para pemain layaknya akademi lain. Namun penginapan itu berupa pondok pesantren dengan tujuan untuk membina mental spiritual para pemain.

“Kurikulum yang kami susun adalah sebuah panduan untuk mencapai tujuan. Jadi untuk akademi, kami ingin memberikan kurikulum sepakbola yang betul-betul konkrit. Tidak hanya mengajarkan skill seperti mengontrol ataupun mengumpan, namun juga fisik dan sains yang terkadang dilupakan orang,” kata Indra Sjafri.

Pemain muda yang berlaga di Phuket, Thailand.
Pemain muda yang berlaga di Phuket, Thailand.

“Proses belajar yang pertama adalah pengenalan. Jika pengenalan salah, akan sulit ke tahap berikut. Masalah basic dan taktikal harus diperbaiki sejak dini. Bagaimana pelatih mau membangun taktikal yang baik jika kualitas dasar pemain sepakbola itu tidak baik.”

“Selanjutnya di kurikulum nanti kami ajarkan mental. Saya baca literatur pemain muda di Jepang, yang pertama dipelajari bukan menendang bola, namun attitude dan respek, bagaimana dirinya menghargai dirinya sendiri. Bagaimana dia menghargai kemenangan orang lain, wasit dan sebagainya.”

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.