Beranda Fokus Kenapa Okupansi Stadion Arema Menurun?

Kenapa Okupansi Stadion Arema Menurun?

0
Pasang surut prestasi Arema juga membuat Stadion sepi | Foto: Kliping Topkskor
Pasang surut prestasi Arema juga membuat Stadion sepi | Foto: Kliping Topkskor

Okupansi Stadion Arema menurun, bahkan dari rilis yang dilakukan oleh PT Liga Indonesia Baru hingga pekan ke-11, tingkat kedatangan suporter di kandang Arema menduduki peringkat ke-12 dengan catatan 29.9 persen.

Salah satu alasan tingkat okupansi Stadion Arema menurun ditengarai adalah prestasi tim. Melakoni 11 laga kompetisi Liga 1 2017. Arema FC harus tertatih-tatih di papan tengah klasemen sementara. Capaian hasil atau track record yang direngkuh Cristian Gonzales dan kawan-kawam boleh dikatakan belum memuaskan publik sepakbola Malang.

Kondisi tersebut juga berimbas pada minimnya jumlah penonton dalam enam laga kandang Liga 1 2017. Baik di Stadion Kanjuruhan ataupun Stadion Gajayana Kota Malang.

Berdasarkan data, angka kehadiran penonton di Malang terjun bebas dibandingkan dengan dua musim kompetisi sebelumnya, baik ISC 2016 ataupun ISL 2014. Sedangkan ISL 2015 tidak termasuk hitungan karena kompetisi itu hanya berusia dua pekan.

“Kami akui jumlah penonton enam pertandingan kandang yang kami gelar jauh menurun dibandingkan dengan sebelumnya,” kata ketua panitia pelaksana pertandingan Arema, Abdul Haris dikutip dari Topskor.

Meski demikian Haris menilai penyebabnya bukan hanya performa pasang surut Singo Edan.

“Seperti, banyak laga kandang Arema yang disiarkan televisi juga pertandingan digelar pada malam hari. Padahal kondisi cuaca di Malang saat ini sedang ekstrem dingin,” ujar Haris menambahkan.

“Yang tak kalah penting adalah hampir 50 persen pemain Arema merupakan wajah baru dan muda. Jadi, dari sisi nama pemain belum bisa menjual ke publik atau Aremania seperti musim 2013, 2014, atau 2016 lalu,”

Sekedar perbandingan, dalam enam laga kandang awal Liga 1 2017, total penonton 55.545 atau rata-rata 9.257,5 per laga. Enam pertandingan kandang awal TSC lalu dengan total 95.401 atau rata-rata 15.900 per laga.

Rataan ini kalah jauh dengan ISL 2014 dan ISL 2013. Enam laga ISL 2014 dihadiri 110.108 penonton atau 18.351, sementara pada ISL 2013 adalah 154.025 atau 25.670 rataan perlaga. Tahun 2013 atau ISL 2013 sendiri adalah rekor penonton terbanyak Arema hingga saat ini.

Okupansi Laga Kandang Arema.
Okupansi Laga Kandang Arema.

Akui Kurang Promosi
Satu hal yang mungkin akan gencar dilakukan oleh panpel adalah melakukan promosi pertandingan. Karena diakuinya promosi untuk pertandingan Liga 1 ini sangat kurang.

“Sakjane bal-balan e kapan? sido opo enggak? (Sebenarnya mainnya kapan? jadi apa tidak?) mungkin ini yang kurang karena biasanya spanduk pertandingan yang bertebaran di Kota Malang atau Kabupaten di tempat strategis sudah mulai jarang,” terang Haris kepada Vamos Arema.

Langkah pemberitahuan atau promosi memang perlu gencar dilakukan karena tidak semua orang membaca koran atau sosial media, tempat pemberitahuan jadwal resmi Arema. Banyak pengguna jalan yang berlalu lalang lebih sering melihat materi promosi pertandingan melalui spanduk di jalanan ketimbang koran.

“Kami akan usahakan untuk segera melakukan promosi,” pungkasnya.

Bukan Karena Main Malam, Main Jelek, Atau Kurang Promosi.

Banyak sebab okupansi Stadion Arema menurun, seperti yang diungkapkan oleh Ridwan Aremania Singosari.

“Stadion sudah tidak nyaman lagi karena banyak sekali copet, saya kehilangan dompet sehingga sekarang sudah malas ke sana,” tegasnya.

Lain halnya dengan Ahmad Saiful Hakim dari Kotalama, dia menuturkan jika Stadion sepi selain permainan Arema yang kurang baik ya karena dia sudah bekerja.

Aremania di Stadion Gajayana
Aremania di Stadion Gajayana saat ISL 2009/10

“Generasi Arema sekarang sudah berubah, dulu yang 2010 rata-rata masih sekolah dan kuliah termasuk ayas. Sekarang generasi itu atau tujuh tahun dari sekarang sudah banyak yang kerja. Biasanya saat pulang kerja sudah lelah dan memilih televisi. Ayas sendiri kalau ke Stadion melihat Arema melawan apa pertandingannya, tidak seperti dulu yang selalu datang,” tegasnya.

Tinggalkan Komentar