Keringat Kenangan dari Jersey Latihan Pertama Kurnia Meiga

    Datang dari Diklat Ragunan dan sempat magang di Persijap Jepara. Arema memperkenalkan Meiga kepada publik Singo Edan dengan jersey latihan dengan nomor 21.

    0
    Jersey latihan pertama Kurnia Meiga.
    Jersey latihan pertama Kurnia Meiga.

    Suatu hari, Arema kedatangan seorang kiper muda yang kurus ceking nan tinggi. Dengan bahasa Indonesia aroma Betawi yang kental dia memperkenalkan diri dengan nama Kurnia Meiga.

    Meiga bergabung di Arema atas rekomendasi pelatih Benny van Bruekelen yang merupakan mentornya di timnas U-19. Dia ke Malang tanpa ditemani sang Kakak yaitu Alm. Ahmad Kurniawan yang hengkang setelah dua tahun meniti karir di Arema. Walaupun begitu, keberanian sosok jebolan Ragunan itu patut diacungi jempol. Sebuah keberanian yang kelak mengantarnya menjadi penjaga gawang yang menurut kami adalah yang terhebat semenjak Arema berdiri.

    Tak banyak memang yang mengenal Meiga di persiapan musim 2008. Pada saat itu awak media di Malang tengah fokus kepada rekrutan pemain asing yang bakal menghuni tim Singo Edan. Peran dan kemampuan dia juga tidak banyak diperhatikan pada sesi latihan, karena pada saat itu dia adalah kiper ketiga dibawah Dadang Sudrajat dan M Yasir. Tetapi dengan nomor 21 yang ada di bagian belakang, Meiga nampak semangat melahap seluruh porsi latihan yang disodorkan tim pelatih.

    10 tahun kemudian, Vamos Arema secara tidak sengaja melihat jersey dengan nomor 21 di kantor Arema saat sedang pindah dari kantor Arema Jalan Kartanegara ke Jalan Mayjen Panjaitan. Hanya saja kondisi jersey dan celananya cukup memprihatinkan.

    Kondisi celana dari jersey Kurnia Meiga.
    Kondisi celana dari jersey Kurnia Meiga, celana menghitam bukan karena kotor melainkan karena abu panci.

    Pada bagian celana sepertinya sering digunakan sebagai lap atau pegangan gagang panci untuk merebus air buat kopi. Sementara jersey juga teronggok begitu saja di sebuah kardus dengan nomor yang hampir mengelupas.

    Kami pun langsung mengambil dan coba menanyakan harga jersey itu. Pada saat itu jersey tersebut tidak dihargai dengan nominal dan disuruh ambil saja, namun kami tetap menyodorkan uang seratusan untuk store yang dibalas dengan nota pembelian.

    Kenangan Jersey Kurnia Meiga

    Arema adalah salah tim yang lolos untuk mengarungi kompetisi ISL (Indonesia Super League) 2008/2009. Nama ISL adalah kompetisi baru yang menggunakan format Liga 1 wilayah yang diikuti oleh 18 peserta. 18 peserta itu didapatkan dari peringkat 1-9 di grup barat dan timur pada kompetisi 2007/2008.

    Arema sendiri terus mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi, tidak seperti sebelumnya yang jor-joran uang. Arema pada musim 2008/2009 banyak memilih pemain muda, salah satunya adalah Kurnia Meiga.

    Dari sisi non teknis, Singo Edan yang dipegang oleh Bentoel pada sesi pramusim masih memakai jersey tahun 2007 atau musim sebelumnya. Walaupun pramusim dan latihan menggunakan jersey dengan desain yang lawas, pada saat itu para pemain tetap dianggap menggunakan jersey baru karena stok dari apparel Puma masih sangat banyak, salah satunya adalah jersey kiper.

    Untuk kiper, jersey latihan yang kami dapatkan menggunakan warna merah sebagai warna utama yang diposisikan dibagian badan, sedangkan warna kedua adalah kuning yang diposisikan di bawah ketiak dan warna celana. Jersey ini pada musim 2007 banyak digunakan untuk Liga Champions Asia. Salah satu penggunaannya adalah ketika Arema melawan Kawasaki Frontale.

    Pada sesi pramusim 2008, di jersey latihan kiper Arema di bagian dada ditempel bordir besar dengan tulisan Bentoel Biru. Nampaknya, penempelan sponsor dengan ukuran besar di sesi pramusim ini seperti ingin ‘membalas’ produk pesaing yang menyebabkan sponsor Arema tidak bisa dipajang bebas pada musim sebelumnya.

    Jersey Kurnia Meiga menggunakan nomer 21.
    Jersey Kurnia Meiga menggunakan nomer 21.

    Di bagian belakang jersey, nomor punggung yang digunakan memakai jenis font seperti musim sebelumnya. Sayang sekali, kami sendiri kesulitan mengidentifikasi jenis font yang digunakan, yang jelas penempelan nomor punggung itu dilakukan dengan cara dijahit.

    Di atas nomor, nama punggung tidak disertakan oleh manajemen. Bisa jadi dikarenakan pemain yang hadir di awal musim 2008/2009 statusnya masih seleksi sehingga nama pemain biasa berubah kapanpun.

    Sukses di Liga Jatim

    Selain digunakan untuk latihan, jersey kiper Arema tersebut juga digunakan di turnamen pramusim dan ujicoba. Salah satunya adalah ketika turnamen Piala Gubernur Jatim edisi 2008.

    Arema yang sempat gagal di laga perdana karena kalah melawan Persela Lamongan mampu bangkit di laga-laga berikutnya hingga akhirnya kalah melawan Persik Kediri di babak final dengan skor 2-1.

    Ada sedikit perbedaan jersey yang dipakai Arema di Piala Gubernur Jatim tersebut, salah satunya adalah tambahan sponsor Esia yang diletakkan dibagian atas Bentoel Biru. Hanya saja sponsor Esia yang bentuknya bordir itu tidak dijahit melainkan hanya diberi isolasi bolak-balik. Sehingga saat turnamen selesai, sponsor Esia yang bukan sponsor Arema langsung dicopot dan bekasnya pun menempel hingga sekarang.

    Foto lengkap jersey Kurnia Meiga.
    Foto lengkap jersey Kurnia Meiga.

    Tinggalkan Komentar

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.