Ketika Omzet Penjualan Tiket Menurun

Ketika Omzet Penjualan Tiket Menurun

318
0
SHARE

Omzet penjualan tiket klub Arema pada pertandingan kandang Indonesia Super League 2014 mengalami penyusutan. Semula manajemen Arema menargetkan hasil penjualan tiket sebesar Rp 8 miliar, namun realisasi di lapangan menunjukkan hasil sebaliknya.

Arema vs Sriwijaya FC, lihatlah penonton dibelakang selebrasi Asri Akbar.
Arema vs Sriwijaya FC, lihatlah penonton dibelakang selebrasi Asri Akbar.

Total pemasukan tiket Arema selama ISL 2014 mencapai Rp 5,3 miliar. Jumlah itu didapat dari 10 pertandingan kandang babak penyisihan dan 3 pertandingan kandang babak 8 besar. Hasil penjualan tiket menurun dibandingkan perolehan tiket musim lalu yang mampu meraup Rp 8,3 miliar dari 17 kali pertandingan kandang.

Salah satu penyebab utama penurunan omzet penjualan tiket adalah berkurangnya jumlah penonton pertandingan kandang di musim lalu. Meski harga tiket sudah dinaikkan 5-20% omzet penjualan tiket musim ini masih belum mampu menyamai perolehan musim lalu.

Total sebanyak 245.452 penonton hadir di Stadion Kanjuruhan musim ini. Terdapat penurunan sekitar 42,9% atau 184.378 penonton dibandingkan musim sebelumnya(Jumlah penonton Arema musim 2013 lalu mencapai 429.830 orang).

Rata-rata penonton pertandingan kandang Arema di ISL 2014 mencapai 18.881 orang. Angka ini setara dengan 57,6% okupansi stadion Kanjuruhan Malang yang mampu menampung 32.800 tempat duduk(minus tribun berdiri).

Jika ditabulasi penyebab kemerosotan penonton Arema disebabkan oleh kurangnya jatah pertandingan kandang musim ini. Pada Indonesia Super League 2013 lalu, Arema mendapatkan 17 laga kandang(15 diantaranya disiarkan langsung oleh televisi). Namun pada musim ini Arema hanya berkesempatan menjamu lawannya sebanyak 13 kali di Stadion Kanjuruhan Malang, tiga laga diantaranya merupakan Babak 8 Besar.

Dampak kompetisi dua wilayah setidaknya membuat Arema harus kehilangan kesempatan berjumpa dengan beberapa pertandingan big match yang mendulang penonton dalam jumlah masif.

CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, mengakui bahwa penerapan format kompetisi dua wilayah untuk Indonesia Super League (ISL) 2014 berdampak pada kurangnya jumlah penonton yang datang langsung ke stadion.

“Itu menjadi catatan kami bahwa ISL dengan format dua wilayah memberi dampak ke jumlah penonton. Kami menyadari juara kompetisi tidak ditentukan dari akumulasi nilai. Masih ada babak delapan besar, semifinal, dan final,” ungkap Joko Driyono di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Penonton sepertinya menunggu di puncak pertandingan. Saya rasa ini memang bukan sesuatu yang ideal untuk kompetisi profesional,” lanjutnya.

 Tabel Jumlah Penonton dari pertandingan kandang Arema pada musim 2008-2014. Bold kuning merupakan laga yang disiarkan langsung televisi.
Tabel Jumlah Penonton dari pertandingan kandang Arema pada musim 2008-2014. Bold kuning merupakan laga yang disiarkan langsung televisi. (klik untuk memperbesar)

Jika dihitung secara keseluruhan(termasuk 3 laga di babak 8 besar), musim ini hanya ada dua pertandingan kandang Arema yang mampu mendatangkan penonton lebih dari 30.000 penonton yaitu ketika menjamu Persija(33.277 penonton) maupun Persib(42.449). Kedua laga tersebut dimainkan pada hari Minggu dan disiarkan langsung televisi.

Pada ISL 2013 lalu terdapat 6 pertandingan kandang yang dihadiri oleh 30.000 penonton(selengkapnya lihat tabel diatas). Selain itu terdapat empat pertandingan lainnya yang disaksikan oleh minimum 25 ribu penonton antara lain ketika menjamu Persisam(25.038 penonton), Persiram(29.591), Mitra Kukar(29.493) dan Persepam(26.025). Total sepuluh laga diatas disiarkan langsung oleh televisi.

Dari 13 pertandingan kandang Arema musim ini, 8 diantaranya merupakan lawan yang dihadapi di musim sebelumnya. Partai melawan Persib, 25 Mei 2014 lalu merupakan satu-satunya pertandingan yang mengalami peningkatan jumlah penonton dari 34.347 di ISL 2013 menjadi 42.449 orang. Selebihnya mengalami penurunan, termasuk pertandingan melawan Gresik United yang terus mengalami depresiasi dalam 3 musim terakhir.

Diantara penyusutan penonton di Stadion Kanjuruhan musim ini, pertandingan melawan Semen Padang, 21 Mei 2014 merupakan laga yang paling minim dihadiri penonton. Hanya 4.549 suporter hadir dalam laga ini. Fakta bahwa Tim Kabau Sirah(julukan Semen Padang) sebagai peringkat 4 ISL 2010/11 dan Juara Indonesia Premier League 2012 ternyata kurang menarik animo penonton di Malang.

Selain pertandingan melawan Semen Padang, beberapa pertandingan lain dengan okupansi penonton dibawah 40% dari kapasitas stadion adalah ketika Arema berhadapan dengan Persita(8.115 orang), Pelita Bandung Raya(11.814) dan Persijap(11.965).

Seluruh pertandingan tersebut disiarkan televisi dan dimainkan pada hari kerja! Banyak suporter yang berstatus sebagai pekerja aktif maupun pelajar/mahasiswa tidak dapat menonton pertandingan jika laga digelar pada momen tersebut.

Inovasi Penjualan Tiket

Tiket pertandingan merupakan salah satu sumber pemasukan utama klub Arema selain sponsorship. Selama bertahun-tahun hasil penjualan tiket pertandingan klub berjuluk Singo Edan tersebut mampu mencapai 20% dari seluruh revenue selama semusim.

Tingginya pendapatan Arema dari sektor penjualan tiket bukanlah tanpa sebab. Sejak musim 2009/10 hingga 2013 lalu, kuantitas penonton dalam pertandingan kandang Singo Edan merupakan yang tertinggi dibandingkan klub lainnya.

Loyalitas Aremania untuk mendukung Singo Edan patut diacungi jempol. Padahal untuk menyaksikan Ahmad Bustomi, dkk berlaga mereka harus mengeluarkan uang untuk membeli tiket yang dipatok sebesar Rp 25 ribu untuk kelas ekonomi(non bigmatch) hingga Rp 100 ribu untuk mendapatkan tempat duduk VVIP.

Pada Indonesia Super League 2015 mendatang, kompetisi akan kembali menyatu kedalam format satu wilayah. Untuk pertama kalinya ISL akan diikuti oleh 20 peserta sehingga tiap kontestan akan mendapat jatah 19 laga kandangnya setiap musim.

Itu artinya akan ada setidaknya 623.200 – 684.000 tiket yang dapat dijual, dengan asumsi tiap pertandingan panpel Arema melepas 32.800 – 36.000 tiket ke penonton dengan berbagai kelas.

Jika rata-rata harga tiket pertandingan Arema mencapai Rp 35 ribu, maka potensi hasil penjualan tiket mencapai 21,8 – 23,9 miliar rupiah. Tentu dengan asumsi tiket mampu dijual seluruhnya. Namun jika memperhatikan realita di lapangan, paling tidak 60-70% merupakan angka yang proporsional untuk ukuran Arema.Selanjutnya tinggal mencari calon pembeli dari 30-40% sisanya.

Ada berbagai cara untuk meningkatkan penjualan tiket pertandingan sekaligus mendongkrak okupansi penonton di Stadion Kanjuruhan Malang. Misalnya dengan memberikan promosi harga, menjual tiket musiman(season ticket), memperbaiki sistem penjualan tiket yang dapat dijangkau langsung oleh suporter, hingga meningkatkan pelayanan/kenyamanan kepada penonton.

Panpel klub dapat pula memberikan insentif berupa reduksi harga tiket untuk pertandingan tertentu(pertandingan non big match, disiarkan TV dan dimainkan diluar hari Sabtu/Minggu). Bilamana selama ini tiket dijual kepada suporter pada hari pertandingan, panpel dapat menjual tiket dengan harga promo(misal Rp 10ribu), dengan catatan durasi pembelian dibatasi pada waktu tertentu saja(H-7 s/d H-5), lewat dari tenggat waktu tersebut harga tiket akan kembali normal.

Kuota tiket yang dijual dengan harga promo pun tak harus sama, bergantung kebijakan yang diambil berdasarkan hasil riset pasar sebelumnya.

Misal bilamana panpel menyediakan tiket promo sebanyak 1000 lembar dengan harga Rp 10ribu, maka jika dapat terjual habis, panpel akan mendapat Rp 10 juta/pertandingan. Dalam semusim panpel dapat memperoleh Rp 190juta dari promosi ini. Hasil yang cukup produktif jika dibandingkan membiarkan tiket tersebut tak terjual dan mubazir.

Setiap tiket yang tercetak membutuhkan biaya produksi. Dari tiap tiket yang telah tercetak panpel harus mengeluarkan ongkos seperti desain, percetakan, hingga distribusi/komisi tiket tersebut. Maka selain menekan angka kebocoran tiket hingga ke titik terendah, menjual tiket sebanyak-banyaknya merupakan salah satu cara untuk mengurangi kerugian yang disebabkan oleh tiket tak terjual.

Arema vs Sriwijaya FC, lihatlah penonton dibelakang selebrasi Asri Akbar.
Arema vs Sriwijaya FC, lihatlah penonton dibelakang selebrasi Asri Akbar.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY