Home Memorabilia Kliping Media KLIPING: Kegagalan ke Liga Champions Asia 2007, Duka Arema dan Persipura

KLIPING: Kegagalan ke Liga Champions Asia 2007, Duka Arema dan Persipura

1281
0
SHARE
Kegagalan ke Liga Champions Asia 2007 membuat Aremania berdemo di Jakarta
Kegagalan ke Liga Champions Asia 2007 membuat Aremania berdemo di Jakarta

Kegagalan ke Liga Champions Asia bagi klub Indonesia memang sudah lumrah. Namun, kegagalan bertanding lantaran kesalahan administrasi jelas membuat aib tersendiri yang pantas disesali.

Ini yang menimpa Persipura (juara Liga Djarum 2005) dan Arema (juara Copa Dji Sam Soe 2005). Mereka urung berlaga di kompetisi level Asia lantaran PSSI terlambat mengirimkan persyaratan yang diminta AFC.

“Adalah esensial bahwa klub-klub peserta Liga Champions Asia menuruti semua aturan yang telah ditetapkan. Tidak memenuhi registrasi sampai batas waktu adalah pelanggaran serius,” kata Presiden AFC Mohamed bin Hamman.

“Keputusan ini adalah pelajaran untuk menunjukkan bahwa AFC tidak akan menolerir setiap kesalahan di masa mendatang.”

Kegagalan tak hanya dirasakan kubu Indonesia. Dua klub asal Thailand juga menjadi korban tindakan tegas AFC yang tak menoleransi keterlambatan administrasi. Kontan saja Satrija Budi Wibawa, manajer Arema, meradang.

“Kami tak pernah mendapat pemberitahuan akan didiskualifikasi secara tertulis dan legal, apalagi soal deadline pendaftaran nama pemain. Bahkan undangan manager meeting yang ditujukan ke Arema dari AFC tertanggal 27 Januari baru diterima Arema pada 6 Februari. Anehnya penutupan pendaftaran dan diskualifikasi ini kami ketahui saat di manager meeting LCA,” papar Satrija.

“Saya merasa malu saat datang untuk mengikuti undian, namun sesampai di sana Arema sudah dicoret dari peserta Liga Champions.”

Ia menegaskan hal ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan permintaan maaf dari PSSI. Kesedihan dan kekecewaan tidak dapat ditutupi lagi di raut wajah pemain dan ofisial Arema.

“Sedih, sepertinya kami kalah seratus gol di LCA,” ungkap I Putu Gede, kapten Arema, yang merasa kalah sebelum bertanding.

Jika kubu Persipura tak sereaktif Arema, itu karena mereka juga mempunyai andil atas kesalahan itu. Persipura memang terlambat mengirimkan persyaratan administrasi ke PSSI.

Sudah Renovasi

Bukan hanya Aremania dan Arema yang kecewa atas situasi ini. Beberapa pihak yang sudah mempersiapkan standardisasi Stadion Gajayana juga sedih.

“Tentu saja kami kecewa. Dari semula kami memberikan perhatian lebih terhadap kesiapan Stadion Gajayana,” tegas Bambang D.H. Sunyono, yang juga Sekkota Malang.

Pemkot Malang sudah melakukan renovasi, menaikkan standar stadion. Ada harapan lain: Gajayana sekaligus dipakai sebagai promosi kota Malang sebagai kota yang layak disentuh investor internasional.

Kekecewaan ini pun akhirnya membuat Aremania melakukan demo besar-besaran di kantor PSSI di Senayan, Jakarta. Akhirnya PSSI mau mengaku salah. Barry Sihotang, salah satu pengurus BLI yang ditugasi dalam urusan administrasi, pun dipecat.

Penyelesaian lain adalah memberikan kompensasi kepada Persipura dan Arema atas kegagalan ke Liga Champions Asia 2007. Bahkan sejumlah uang yang dipakai untuk merenovasi stadion juga diganti. Konon, kerugian Arema dan Persipura itu diganti sampai dua miliar rupiah, meski ketiga pihak yang terkait dengan soal ini tak pernah terbuka kepada media.

PSSI juga membuat aturan baru menyangkut pengiriman klub ke LCA. Pada 2007, Arema sebagai juara Copa Indonesia 2005 akan tetap dikirimkan sebagai wakil Indonesia di LCA. Selanjutnya juara Copa tahun 2006 akan berlaga di LCA 2007.

Sayang hal ini tak berlaku di Liga Indonesia. Persipura, juara 2005, tetap menerima walau tak disertakan ke LCA 2007. So, juara LI 2006 tetap akan mewakili Indonesia ke LCA 2007.

(Penulis: Ary Julianto/Indra Ita)

Editor:
Sumber: BOLA Edisi No. 1.684/Jumat 29 Desember 2006

Tinggalkan Komentar