Beranda Memorabilia Kliping Media KLIPING KORAN! Gaji Ngadat Salah Siapa?

KLIPING KORAN! Gaji Ngadat Salah Siapa?

0

Arema FC tampaknya tidak ingin ngadatnya gaji pemain di Liga 1 pada tahun ini terulang pada tahun-tahun selanjutnya. Salah satu cara yang ditempuh yaitu meminta federasi atau Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang mengurusi dana subsidi kepada tim-tim kontestan Liga 1.

Sedangkan untuk saat ini, dana subsidi bagi 18 tim di-handle PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sebagai operator liga. Apesnya, dana subsidi dari PT LIB tahun ini tersendat-sendat sehingga gaji para pemain Arema FC juga ikut tak lancar. Dengan diberikan kewenangan ini kepada PSSI, Arema FC berharap, dana subsidinya lancar. Apalagi, tidak sedikit tim yang mengandalkan dana subsidi untuk menggaji pemainnya.

Usulan ini rencananya akan disampaikan Arema FC pada rapat Exco PSSI pada 13 Desember 2017 di Jakarta. ”Kalau diurus federasi, lebih aman. Sebab, pemain yang gajinya telat bisa melaporkan ke asosiasi pemain, sedangkan untuk pelatih asing bisa mengadukan ke FIFA,” kata Manajer Media Officer Arema FC Sudarmaji kemarin (28/11).

Tentu saja, jika itu terjadi membuat repot pihak klub sendiri karena harus berhubungan dengan federasi dan terancam sanksi karena telat membayarkan gaji pemain. ”Kami bukan sepakat menekan pihak operator liga, itu merupakan usulan dan suara dari berbagai klub,” imbuh Darmaji–sapaan akrabnya.

Dia menjelaskan bahwa hal tersebut penting untuk menegaskan hak dan kewajiban antara klub dengan operator, maupun klub dengan pemain. ”Nantinya pertemuan tersebut adalah untuk mencari solusi,” papar pria yang pernah berprofesi sebagai wartawan ini.

Dia menyebutkan, seharusnya masalah gaji bisa diselesaikan dengan komunikasi antar berbagai elemen yang terlibat di dalamnya. ”Pemain mungkin bisa mengomunikasikan hal tersebut kepada klub maupun federasi,” tambahnya.

Selanjutnya, setelah usulan dari berbagai klub tersebut diusulkan pada rapat Exco PSSI pada 13 Desember, rencana tersebut agar bisa naik ke tingkatan yang lebih tinggi, yakni kongres tahunan PSSI yang akan diselenggarakan pada 13 Januari 2018.

”Ya paling tidak sebelum 18 klub tersebut bermain dan berkompetisi di Liga 1 tahun 2018, semua itu harus sudah selesai,” pungkas mantan wartawan tersebut.

Sementara itu, salah satu pemain yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan bahwa gaji pemain belum dibayarkan. ”Ya memang ada gaji yang belum dibayar,” katanya kemarin. Meski begitu, dia enggan berkomentar nominal maupun hingga berapa bulan gajinya belum terbayarkan. ”Sebaiknya tanya langsung ke manajemen saja. Saya tidak bisa berkomentar,” imbuhnya. Saat ini, dia hanya bisa berharap jika gajinya tersebut bakal segera cair, apalagi kompetisi sudah berakhir.

Sebelumnya, seorang pemain lainnya menyebut kalau gaji pemain Arema FC kalau ditotal telat sekitar 3–4 bulan. Lantaran, setiap bulan pemain hanya gajian separo saja. Jadi, umpama gaji pemain sekitar Rp 50 juta, maka pemain tersebut hanya menerima Rp 25 juta per bulan.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.