Beranda Profil Pemain Legenda Itu Bernama Singgih Pitono

Legenda Itu Bernama Singgih Pitono

0

Hingga artikel ini ditulis, dirinya masih memegang catatan rekor sebagai pencetak gol terbanyak Arema dengan torehan 65 gol. Dialah Singgih Pitono.

Singgih Pitono direkrut Arema di Galatama ke sembilan (1988/1999) atau musim kedua Arema di kompetisi profesional Indonesia. Dia didatangkan dari sebuah kompetisi antar kampung yang digelar di Tulungagung.

Di awal musim, Singgih terlihat kesulitan beradaptasi di Arema. Permainan yang berbeda dengan klub sebelumnya membuat dia hanya menjadi penghangat bangku cadangan. Kala itu, Arema menduetkan Mecky Tata dengan Bambang Nurdiansyah. Mecky sendiri di Galatama 1988/1989 menjadi topskor dengan raihan 18 gol.

Di musim kedua, pamor Singgih perlahan naik. Saat Arema bermain di Stadion Brantas karena Stadion Gajayana dipugar, di saat itu Singgih mulai bisa beradaptasi dengan ritme yang diinginkan pelatihnya Andi M Teguh. Di sisi lain, Andi nampak tahu betul bagaimana cara memanfaatkan kemampuan Singgih. Sembilan gol dia cetak di musim kedua ini.

Singgih Pitono akhirnya benar-benar menjadi sosok yang ditakuti di depan gawang Arema di musim 1990/1992. Duetnya dengan Micky Tata sukses memporak-porandakan gawang lawan. Imbasnya dia mampu menjadi topskor dengan raihan 21 gol. Sementara Mecky Tata sendiri mampu mencetak delapan gol. Di saat Arema berada di peringkat keempat.

Di Galatama 1993/1994, sebuah tragedi menimpa Singgih Pitono. Saat Arema berhadapan dengan Mitra Kukar, dirinya terlibat bentrok dengan Lulut Kistono yang juga mantan pemain Arema. Hasil perkelahian itu membuat kedua pemain disanksi selama setahun. Tentu Singgih harus mengakhiri kiprahnya di Galatama terakhir tersebut lebih cepat.

Arema nampaknya tetap setia kepada Singgih, saat unifikasi antara Perserikatan dengan Galatama di tahun 1994. Singgih tetap membela Arema dan di tahun itu dirinya mampu mencetak 14 gol. Torehan tersebut menurun di musim 1995/1996 yang hanya berjumlah 5 gol saja. Usai musim Ligina II dirinya hengkang dari Arema dan pindah ke Petrokimia Putra setelah bermain di Arema selama tujuh musim.

Catatan Singgih Pitono ini rawan disalip, pesaing terdekatnya adalah Cristian Gonzales yang di saat ini sudah mampu membuat 36 gol atau berjarak 10 gol saja dari Singgih. Sayang, sang pemain saat ini masih mengalami cedera tulang rusuk kendati sudah mencetak gol di laga perdana ISC 2016 melawan Persiba Balikpapan.

Tinggalkan Komentar