Beranda Memorabilia Foto FOTO: Kerusuhan Madiun Membara, Aremania Dengan Sakeramania

FOTO: Kerusuhan Madiun Membara, Aremania Dengan Sakeramania

0
Aksi serang kedua suporter
Aksi serang kedua suporter

Madiun membara pada 10 April 2005, disaat ribuan Aremania datang untuk menonton langsung derby Jawa Timur antara Persekabpas melawan Arema Malang terlibat bentrol dengan Sakeramania.

Sebenarnya potensi kerusuhan di laga ini sudah tercium sejak jauh hari. Karena itu dedengkot dua suporter mengadakan pertemuan untuk membahas pertandingan itu. Jauh-jauh hari antara Aremania dengan Sakeramania plus pihak keamanan di Madiun sudah saling melakukan koordinasi. Namun, rupanya koordinasi itu tidak berjalan mulus.

Ribuan Aremania datang ke Madiun secara bergelombang. Beberapa Aremania datang ke Wilis satu hari sebelum pertandingan. Naas, Aremania yang menginap di sekitaran Stadion Wilis mendapatkan lemparan bondet (bom ikan) dari suporter Persekabpas tersebut. Beberapa Aremania mendapatkan luka dari kejadian itu. Sebelumnya tersiar kabar jika dua Aremania meninggal saat berangkat menuju Stadion. Meski diungkap penyebabnya adalah jatuh dari kendaraan, sebagian saksi menyatakan jika mereka meninggal karena diserang Persekabpas.

Siang hari, pada hari Minggu rombongan besar Aremania sudah datang dan memenuhi Stadion Wilis, mereka bernyanyi dan bergembira. Sementar dari luar Stadion Sakeramania menyerang, saat terjadi serangan ini ribuan Aremania melakukan balasan sehingga arena di sekitar Stadion menjadi ajang perang.

Dalam kerusuhan menjelang pertandingan itu, sedikitnya delapan Sakeramania dan enam Aremania terluka. Sebagian besar korban menderita luka di bagian kepala akibat saling lempar. Mereka dirawat di RSU Dr Soedono Madiun.

Tim keamanan dari kepolisian, TNI, Satpol PP dan satgas lainnya hanya menyaksikan amukan para suporter. “Kami sudah berbuat maksimal, tetapi massa penonton cukup banyak. Jumlah aparat yang disiapkan tak sebanding dengan jumlah penonton yang mencapai puluhan ribu,” terang Wakil Panpel Pertandingan Sulistiyono.

Sebelum insiden di Stadion Wilis, bentrok antara suporter Persekabpas dengan Arema terjadi di kawasan lokalisasi Gayungan, Nganjuk, Minggu (10/4) dinihari. Akibatnya, sebuah Daihatsu Station Nopol N 2787 UG pecah kaca depannya dan sekitar 88 suporter Sakeramania diamankan di Mapolres Nganjuk.

Berikut ini adalah foto-fotonya.

Madiun Membara - Arema vs Persekabpas (2)
Aremania bernyanyi dan berjingkrak
Madiun Membara - Arema vs Persekabpas (5)
Aremania bernyanyi dengan chant-chant mereka sendiri
Madiun Membara - Arema vs Persekabpas (3)
Aremania bernyanyi dan berjingkrak
Madiun Membara - Arema vs Persekabpas (4)
Stadion Wilis full dengan Aremania yang datang dari berbagai Kota.
Madiun Membara - Arema vs Persekabpas (6)
Suporter mulai keluar Stadion untuk mengejar Sakeramania yang menyerang dari luar.
Madiun Membara - Arema vs Persekabpas (7)
Semua suporter turun ke lapangan dan bakal keluar.
Madiun Membara - Arema vs Persekabpas (8)
Pagar pembatas jebol karena suporter ingin segera menghindar dari hujan batu yang dilepas dari luar.
Madiun Membara - Arema vs Persekabpas (1)
Nampak dari jauh Sakeramania dengan baju oren
Madiun Membara - Arema vs Persekabpas (10)
Bendera Sakeramania dibakar
Madiun Membara - Arema vs Persekabpas (11)
Aksi serang kedua suporter
Aksi serang kedua suporter
Aksi serang kedua suporter

Tinggalkan Komentar