Beranda Fokus Melihat Sanksi Komdis Kepada Yuli Sumpil dari Dokumen Kode Disiplin PSSI

Melihat Sanksi Komdis Kepada Yuli Sumpil dari Dokumen Kode Disiplin PSSI

0
Sanksi Komdis Kepada Yuli Sumpil Diberikan Karena Dia Turun Ke Lapangan.
Sanksi Komdis Kepada Yuli Sumpil Diberikan Karena Dia Turun Ke Lapangan.

Lebih satu bulan tribun Aremania hilang gemuruhnya, lebih satu bulan pula sanksi komdis kepada Yuli Sumpil dan Aremania diberlakukan.

Yuli Sumpil mendapatkan sanksi karena melakukan provokasi dan intimidasi terhadap para pemain Persebaya saat bertanding melawan Arema di Kanjuruhan, 6 Oktober 2018.

Kejadian itu dia lakukan saat jeda babak pertama. Yuli turun ke lapangan untuk memberikan sedikit shock terapi kepada pemain,  meskipun pada akhirnya tidak ada pemain yang terpengaruh dengan aksi tersebut.

Aksi itu kemudian selesai setelah match steward yang kemudian meminta Yuli untuk kembali ke tribun karena laga Arema melawan Persebaya akan dimulai.

Lima hari kemudian, sanksi dari Komisi Disiplin PSSI diterbitkan dengan surat bernomor 159/L1/SK/KD-PSSI/X2018 terkait tingkah buruk suporter.

Yuli didakwa melakukan provokasi kepada penonton lain dengan cara turun ke lapangan dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin.

Merujuk kepada pasal 18 kode disiplin PSSI, Yuli Sumpil dihukum dengan larangan memasuki seluruh Stadion di wilayah Republik Indonesia seumur hidup karena telah terjadi pelanggaran terhadap pasal 70 dan pasal 141 kode disiplin PSSI.

Sanksi Komdis Kepada Yuli Sumpil dan Dasar Pengambilan Keputusannya

Vamos Arema lantas melihat dan membandingkan sanksi komdis kepada Yuli Sumpil dari dokumen Kode Disiplin PSSI, pada akhirnya ada ketidakjelasan dasar pemberian hukuman itu.

Pada dokumen Kode Disiplin PSSI 2018 pasal 70 ayat 1, membahas tentang ‘Tanggung jawab terhadap tingkah laku buruk penonton’ dijelaskan pada ayat satu salah satu tingkah laku buruk adalah memasuki lapangan permainan tanpa seizin perangkat pertandingan dan panitia pelaksana.

Kemudian dilanjutkan di ayat empat dikatakan jika, ‘Sanksi yang dapat dikenakan terhadap tingkah laku buruk penonton
berdasarkan ayat (1) diatas adalah sebagaimana diatur dalam Lampiran 1 pada Kode Disiplin PSSI ini.’

Uniknya dalam lampiran tersebut tidak ada penjelasan suporter yang memasuki lapangan tanpa seizin panitia akan diberi hukuman larangan datang ke stadion seumur hidup.

Yuli Saat Melakukan Aksinya dan Pemain Persebaya Masih Nyaman Melakukan Pemanasan Karena Yuli Tidak Menyerang Pemain.
Yuli Saat Melakukan Aksinya dan Pemain Persebaya Masih Nyaman Melakukan Pemanasan Karena Yuli Tidak Menyerang Pemain.

Pada butir lima lampiran, hukumannya dari kegiatan Yuli adalah denda Rp30 juta rupiah untuk satu orang dan Rp50 juta rupiah jika ada dua atau lima orang yang memasuki lapangan. Dan semua denda itu dibayarkan oleh klub.

Memang sebelumnya ada dasar jika komdis berhak memperberat hukuman apabila ada pelanggaran disertai dengan percobaan serangan fisik, ingin mencederai, hingga lainnya.

Tetapi apa yang dilakukan Yuli tidak ada satupun yang ada pada faktor tambahan yang memperberat. Karena dia murni turun ke lapangan tanpa ada serangan fisik atau ingin mencederai pemain.

Sementara Yuli Sumpil menyatakan jika dirinya ikhlas menerima sanksi yang diberikan PSSI kepadanya.

“Banyak dukungan yang diberikan suporter lain kepada saya, mulai The Jakmania sampai suporter dari klub Malaysia. Baik via telepon maupun pesan singkat. Dari Aremania sampai saat ini banyak yang menemui saya dan memberikan semangat,” kata Yuli Sumpil.

Dia juga tidak berniat melakukan pembelaan atau banding terhadap hukumannya. Justru dia ingin hukuman Arema FC saja yang dibanding.

“Hukuman untuk saya tidak terlalu dipikirkan. Yang saya sedih justru sanksi untuk Arema. Selain itu, Aremania yang tidak melakukan apa-apa juga kena imbas tidak bisa menonton sampai akhir musim,” lanjutnya.

Ternyata Bisa Hadir Ke Stadion Selain Laga Liga 1

Selain Liga 1, ada turnamen lain yang bakal diikuti oleh Arema FC. Salah satunya adalah Piala Indonesia dimana kabar terbaru menyebutkan jika Arema diundi bertemu dengan Metro FC di babak 64 besar.

Menariknya, hukuman Yuli meskipun secara tertulis menyatakan larangan hadir di stadion. Ternyata menurut Komisi Disiplin dia bisa hadir di Piala Indonesia.

Dikutip dari Bolanet salah seorang anggota Komisi Disiplin PSSI, Dwi Irianto, membenarkan pernyataan IB. Menurutnya, sanksi dari Komdis memang hanya berlaku dalam lingkup kompetisi.

“Menurut saya, sanksi ini tidak berlaku di Piala Indonesia,” ucap Dwi Irianto, pada Bola.net.

Menurut Anda?

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.