Beranda Match Pertandingan 4 Mei 2010, Ketika Peluang Juara Arema Hampir Terancam

[Memorial Match] 4 Mei 2010, Ketika Peluang Juara Arema Hampir Terancam

Salah satu cerita tentang peluang juara Arema yang hampir menipis kala disambangi oleh Persela Lamongan. Tim tamu melakukan perlawanan dengan sangat keras!

0
Peluang Juara Arema Hampir Terancam - Arema menang 2-1 melawan Persela lewat Gol Roman Chmelo.
Peluang Juara Arema Hampir Terancam - Arema menang 2-1 melawan Persela lewat Gol Roman Chmelo.

Peluang juara Arema untuk Liga Super Indonesia 2009-10 hampir terancam tatkala bertemu dengan Persela pada matchday 30 yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang, Selasa 4 Mei 2010. Pasalnya tim asuhan Hartono Ruslan tersebut mampu membuat puluhan ribu Aremania yang hadir pada pertandingan tersebut sport jantung hampir sepanjang pertandingan.

Bertanding sebagai tim unggulan yang duduk di puncak klasemen liga, tak membuat Arema superior pada laga tersebut. Tim yang dilatih Robert Albert tersebut sejatinya membutuhkan tiga poin untuk menjaga jarak dengan Persipura untuk mengamankan misi sebagai pemuncak klasemen liga.

Sejak peluit kick off ditiup oleh wasit Oki Dwi Putra, Laskar Joko Tingkir (julukan Persela-red) mengambil inisiatif serangan di awal-awal pertandingan. Sebuah kerja sama Samsul Arif dengan Jimmy Suparno sempat membingungkan pemain belakang Arema, tapi tak sampai membuahkan gol.

Sepanjang babak pertama Arema direpotkan permainan defensif yang ditunjukkan oleh lawannya. Beberapa kali serangan Arema terhambat oleh kokohnya berisan lini pelakang klub asal Lamongan itu. Sebaliknya sesekali Persela mencoba keluar dari tekanan dan mencuri peluang.

Strategi yang dilakukan tim pujaan La Mania tersebut baru berhasil di penghujung babak pertama. Pada menit ke-45, lewat sebuah aksi individu yang ciamik Samsul Arif memporakporandakan pertahanan Arema, mengecoh dua pemain belakang Singo Edan dan melepaskan tendangan keras yang tak mampu dihalau oleh Kurnia Meiga.

Skor 1-0 untuk keunggulan Persela bertahan hingga babak pertama usai.

Tertinggal satu gol, Arema mencoba peruntungan di paruh laga kedua. Robert Albert menginstruksikan Arema bermain lebih ofensif dan terbuka. Untuk menambah daya gedor, pelatih asal Belanda tersebut memasukkan Dendi Santoso untuk menggantikan M. Fakhrudin di menit ke-58.

Hanya berselang dua menit setelah pergantian pemain tersebut, Arema mampu membuat suporter setianya bersorak. Usaha Esteban Guillen yang melepas umpan terukur ke Roman Chmelo diteruskan dengan tendangan voli yang keras ke gawang Persela setelah sempat melakukan control ball di dada sekali. Skor berubah menjadi 1-1.

Tak ingin melepas momentum positif, Roman Chmelo kembali mengoyak gawang Persela. Lewat skema kerjasama apik dari beberapa pemain Arema, pemain asal Slovakia tersebut mencetak gol indah dari luar kotak penalti. Gol yang mirip dibuat oleh Cristian Gonzales pada leg kedua semifinal AFF Cup 2010 lalu.

Arema sebenarnya memiliki peluang untuk menambah keunggulan atas lawannya. Pada menit ke-66 Arema mendapat penalti dari wasit menyusul pelanggaran FX Yanuar terhadap Noh Alam Shah. Akan tetapi tendangan penalti yang diambil Pierre Njanka gagal berbuah gol setelah berhasil ditepis oleh Dedi Iman.

Peluang Juara Hampir Terancam - Insiden Along dengan FX Yanuar.
Peluang Juara Hampir Terancam – Insiden Along dengan FX Yanuar.

Beberapa menit kemudian ketika pemain Arema asyik memainkan tempo di garis pertahanannya, terjadi insiden memalukan yang melibatkan pemain kedua tim, yakni Noh Alam Shah (Arema) dan FX Yanuar Wahyu (Persela). Keduanya terlibat aksi provokasi yang menyebabkan wasit Oki Dwi Putra mengeluarkan keduanya secara langsung dari lapangan.

Dalam tayangan ulang pertandingan terlihat Along, sapaan akrab Noh Alam Shah terlibat ‘pergumulan’ dengan Yanuar Wahyu. Tampaknya Along termakan provokasi pemain lawan. Dalam pertikaian singkat tersebut ia memegang (maaf) kemaluan Yanuar dan dibalas sikutan dari lawannya.

Melihat rekannya disakiti, M. Ridhuan kompatriot Along berang dan berupaya mendekati Yanuar. Untungnya emosi Ridhuan berhasil diredam oleh beberapa pemain lain.

Pertandingan kembali terhenti beberapa menit. Drama yang melibatkan Along dan Yanuar berlanjut di luar lapangan. Insiden kembali terjadi ketika dalam Along yang sedang berjalan keluar lapangan tiba-tiba mengejar Yanuar yang sedang berjalan ke ruang ganti.

Untungnya insiden ini berhasil diredam setelah aparat keamanan beserta match steward turun tangan menghentikan Along. Tak ketinggalan pula, pelatih Arema Robert Albert merangkul Along dan menenangkannya.

Darah yang mengucur deras dari mulut Along. Sang pemain masih mencari keberadaan rumah Yanuar seusai laga.
Darah yang mengucur deras dari mulut Along. Sang pemain masih mencari keberadaan rumah Yanuar seusai laga.

Setelah peristiwa tersebut, wasit Oki Dwi Putra berdiskusi dengan kapten kedua kesebelasan dan meminta mereka menjaga emosi rekan-rekannya. Pertandingan kembali dilanjutkan tanpa ada halangan yang berarti.

Hingga peluit babak kedua ditiup tak ada gol yang tercipta dari kedua tim. Arema berhak memenangkan laga yang menguras emosi tersebut dengan skor 2-1.

Hasil pada pertandingan tersebut semakin memantapkan Arema di posisi puncak klasemen sementara dengan poin 63 dari 30 pertandingan (20 kali menang, 3 kali seri, dan 7 kali kalah). Tim Singo Edan yang masih menyisakan empat pertandingan, unggul 6 poin dari Persipura yang duduk di posisi kedua.

Sementara itu, Robert Albert pasca pertandingan menilai Along tak selayaknya mendapatkan kartu merah.

“Pada putaran pertama di Lamongan, Noh (Alam Shah) layak dapat kartu merah. Tapi, untuk pertandingan kali ini tidak pantas mendapat kartu merah. Kita kecewa dengan keputusan wasit,” kata Albert seperti dilansir dari Vivanews.

“FX Yanuar sengaja memprovokasi Alam Shah. Harusnya FX Yanuar bisa bersikap profesional dan tidak ada niatan memprovokasi lawan,”

Pada putaran pertama, Along juga mendapat kartu merah saat bertemu Persela. Pemicunya juga sama, yakni provokasi Yanuar.

Along sendiri sebenarnya sempat berjanji untuk tidak mau terpancing lagi dengan provokasi Yanuar. Namun hal itu tidak terbukti karena saat keduanya bertemu kemarin, Along kembali naik pitam dan membuatnya terusir dari lapangan.

Data Pertandingan :
Waktu : 4 Mei 2010
Tempat : Stadion Kanjuruhan Malang
Jumlah Penonton : 32.454
Cuaca : Cerah
Wasit : Oki Dwi Putra
Pengawas Pertandingan : Abdul Maurice Tuguis

Gol :
Arema : Roman Chmelo 60″ 62″
Persela : Samsul Arif 45″

Kartu Kuning :
Arema : Irfan Raditya 26″ Pierre Njanka 51″
Persela : Khomad Suharto 77″ Leonardo Martins Zada 20″

Kartu Merah :
Arema : Noh Alam Shah 71″
Persela : FX Yanuar Wahyu 71″

Line Up :
Arema : Kurnia Meiga H.(GK), Zulkifli Syukur, M. Fachrudin, M. Ridhuan, Beny Wahyudi, Roman Chmelo, Noh Alam Shah, Esteban Guillen, Ahmad Bustomi, Irfan Raditya
Cadangan : Purwaka Yudi, Roni Firmansyah, Rachmad Afandi, Hermawan, Juan Revi Auriqto, Dendi Santoso, Iswan Karim.

Persela : Dedi Iman(GK), Fadly Hariry, I Wayan Gangga Mudana, Taufiq Kasrun, Samsul Arif, Khomad Suharto, Fabiano Beltrame, Leonardo Zada, Jemmy Suparno, FX Yanuar Wahyu, I Gede Sukadana
Cadangan : Zainal Arifin, Amsar Reza, Andro Levandy, Kurniawan D.J., Dicky Saputra, Tommy Rifka, Faisal Mubaraq

Tinggalkan Komentar