Beranda Soal Ngalaman Mengenal Candi Badut

Mengenal Candi Badut

0
Candi badut

Salah satu wisata sejarah yang ada di Malang adalah Candi Badut. Candi ini berada di Karangbesuki, Dau, Malang. Candi ini cukup terkenal di kalangan penggiat sejarah, namun kurang dikenal oleh masyarakat Malang sendiri.

Candi badut
Candi badut

Candi Badut diperkirakan berusia 1400 tahun yang merupakan peninggalan Raja Gajayana yang menjadi Raja Kanjuruhan ketika itu. Diceritakan di Prasasti Dinoyo, Candi ini dibangun untuk memuliakan Resi Agastya yang sangat diagungkan oleh Raja Gajayana. Sang Raja kemudian membuat arca sebagai perwujudannya dengan batu hitam.

Meskipun diceritakan sebagai perwujudan Resi Agastya dengan batu hitam. Di sekeliling Candi saat ditemukan tidak ada batu itu. Yang ada hanyalah Lingga dan Yoni, serta arca Durga Mahisasuramardini.

Sementara versi yang lain menyatakan jika Raja Dewasimba dan putranya, Sang Liswa, yang merupakan masa keemasan Kerajaan Kanjuruhan. Kedua raja tersebut sangat adil dan bijaksana serta dicintai rakyatnya. Konon Sang Liswa yang bergelar Raja Gajayana yang sangat senang melucu (bahasa Jawa: mbadhut) sehingga candi yang dibangun atas perintahnya dinamakan Candi Badut. Walaupun terdapat dugaan semacam itu, sampai saat ini belum ditemukan bukti kuat keterkaitan Candi ini dengan Raja Gajayana.

Candi Badut ini ditemukan oleh EW Mauren Brechter dari Belanda pada tahun 1921. Saat pertama kali ditemukan Candi ini hanya pondasinya saja, sementara reruntuhannya berserakan disampingnya.

Setelah ditemukan, Candi ini pada tahun 1925 hingga 1927, Candi ini dipugar di bawah pengawasan B. De Haan dari Jawatan Purbakala Hindia-Belanda. Dari hasil penggalian yang dilakukan pada saat itu diketahui bahwa bangunan candi telah runtuh sama sekali, kecuali bagian kaki yang masih dapat dilihat susunannya.

Sama dengan pemugaran yang dilakukan di Candi Jago, cara memugar Candi ini adalah batu-batu yang ada di sekitar candi dikumpulkan berdasarkan jenis dan ukurannya dan kemudian diberi tanda khusus. Setelah ditata sedemikian rupa, barulah digambar dan bentuknya sesuai seperti yang ada saat ini meskipun bagian atap Candi tidak ditemukan hingga kini. Candi ini kemudian dipugar lagi pada tahun 1990 hingga 1993.

Candi ini terbuat dari batu andesit yang tempatnya berukuran 17,27 m x 14,04 m dengan tinggi 8 m, menghadap ke Barat. Melihat arca yang ada disana, Candi ini merupakan Candi Hindu yang menurut para ahli ada peralihan gaya bangunan klasik dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Tetapi secara sekilas bentuknya mirip dengan Candi Dieng di Jawa Tengah.

Untuk menuju Candi, pengunjung dari Kota Malang bisa mencari angkutan AT (Arjosari Tidar) yang biasa mangkal di Terminal Arjosari. Nantinya, dari angkot tersebut turun di pemberhentian terakhir. Candi ini agak masuk ke kampung dan lokasinya berada di sebelah kiri jalan di depan TK Dharma Wanita II Karangbesuki. Tiketnya? masih gratis karena anda hanya cukup mengisi buku tamu disana.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.