Beranda Fokus Noh Alam Shah, Asisten Fandi Ahmad yang Dituntut Mengembalikan Mental Singapura

Noh Alam Shah, Asisten Fandi Ahmad yang Dituntut Mengembalikan Mental Singapura

0
Noh Alamshah menjadi asisten Fandi Ahmad
Noh Alamshah menjadi asisten Fandi Ahmad

Ada pemandangan yang berbeda saat Indonesia melawan Singapura pada laga perdana Piala AFF 2018, 9 November 2018. Di kubu lawan terlihat salah satu legenda Arema, Noh Alam Shah yang menjadi asisten Fandi Ahmad.

Alam Shah, adalah pribadi pemimpin Arema. Di musim pertama kapten memang dipegang Pierre Njanka sedangkan dirinya hanya menjadi pilihan kedua, tetapi di musim kedua kesempatan menjadi kapten dihadirkan Miroslav Janu untuk dirinya.

Dua musim di Arema 2009/2010 dia bermain sebanyak 48 kali dan mencetak 22 gol. Penampilan ini juga berbuah juara Indonesia Super League 2009/10, runnerup ISL 2010/11, dan runner up Piala Indonesia 200/10.

Masalah Setelah Pensiun

Sebelum menjadi Asisten Fandi Ahmad, sebelumnya Noh Alam Shah mendapatkan masalah hukum dan harus ada jaminan 70.000 dollar Singapura selepas pensiun bermain sepakbola, maka tanpa ragu mantan bosnya di Tampines Teo Hock Seng membantunya.

Alam Shah adalah pribadi yang sangat baik di mata Teo, bahkan dia membantu menjadi pengemudi mobil pribadi yang kemudian oleh Teo ditawari pekerjaan di Komoco Motors Leasing sebagai manajer eksekutif.

“Tidak semua orang cukup beruntung untuk memiliki kesempatan kedua dalam hidup tetapi bagi saya, dia (Teo) telah memberi saya dua peluang, tiga, empat, lima, peluang yang tak terhitung jumlahnya untuk kembali ke jalur yang benar,” kata Alam Shah kepada FOX Sports Asia.

Teo Hock Seng saat memberikan wejangan di Tampines
Teo Hock Seng saat memberikan wejangan di Tampines

“Saya dengan senang hati bekerja di Komoco dan mencintai karir baru saya di luar sepakbola, tetapi tiba-tiba dia memutuskan bahwa saya harus kembali ke sepakbola karena memiliki kemampuan dan kapasitas. Mungkin dia melihat bahwa saya bekerja dengan baik sebagai manajer di Komoco dan ingin saya membawa semangat yang sama ke sepakbola dan itulah bagaimana saya terlibat di Piala Sultan Selangor 2017 sebagai manajer tim.”

Alam Shah tidak mengecewakan saat menjadi manajer karena tim Singapore Selection-nya menang 3-2 atas tim Seleksi Selangor di National Stadium. Alam Shah cukup menarik perhatian dengan memakai jas di luar kebiasaannya yang lebih suka menggunakan training.

“Sangat fantastis untuk terlibat di Piala SOS 2017 dan semua orang terus bertanya mengapa saya mengenakan setelan jas di bangku cadangan! Ya benar, bahwa ini adalah pertama kalinya saya berpartisipasi dalam sebuah acara di National Stadium yang baru dan saya ingin menghormati momen dan kesempatan itu,”

“Kedua, memiliki kesempatan untuk duduk di bangku bersama Fandi (Ahmad) dan Nazri (Nasir) adalah momen besar lainnya jadi saya memutuskan untuk berdandan! Saya adalah tipe orang yang akan memikirkan semua hal-hal kecil yang konyol ini untuk membangkitkan gairah diri sendiri tetapi juga hal-hal kecil yang menambah dan membuat gambaran besar“

Menjadi Asisten Fandi Ahmad

Singapura yang tengah bersiap di Piala AFF 2018 menunjuk Fandi Ahmad menjadi nahkoda. Hasil buruk Singapura di turnamen sebelumnya dituntut harus diperbaiki. Apalagi ada anggapan jika generasi sepakbola Singapura saat ini tidak memiliki mental mumpuni untuk bersaing di sepakbola internasional.

Laga melawan Indonesia menjadi tugas perdana Noh Alam Shah sebagai Asisten Fandi Ahmad di Piala AFF
Laga melawan Indonesia menjadi tugas perdana Noh Alam Shah sebagai Asisten Fandi Ahmad di Piala AFF

Seperti biasanya, Along sapaan akrabnya tidak percaya situasi ini apalagi dia pernah mengantar Singapura menjadi juara Piala AFF sekaligus tercatat namanya di dalam sejarah dengan mencetak tujuh gol ke gawang Laos.

“Orang dapat mengatakan semua yang mereka inginkan seperti pemain Singapura saat ini tidak cukup kuat secara mental tetapi saya tidak mempercayainya. Saya tidak percaya sama sekali,” serunya.

“Yang dibutuhkan hanya untuk satu pemimpin (di atas atau di luar lapangan) untuk menyalakan api di dalam diri pemain dan saya pikir itu akan menjadi seseorang segera,”

“Itulah mengapa skuat yang kami pilih akan memiliki wajah baru. Lihatlah Hami (Syahin), Zulqarnaen (Suzliman), Shaqi (Sulaiman), Irfan (Najeeb) dan semua anak muda ini. Mereka mengingatkan saya pada waktu ketika saya menjadi senior di Baihakki (Khaizan), Ridhuan (Muhammad), Shahril (Ishak) dan (Khairul) Amri. Mereka datang dan membuat kami (para senior) melihat dari atas bahu kami dan inilah yang saya harap bisa saya lihat sekarang. Ini akan menempatkan semua orang pada kaki mereka dan kita dapat melakukan hal-hal hebat ketika semua orang berada dalam pola pikir itu.”

Fandi Memuji Kinerja Noh Alam Shah

Sebagai asisten Fandi Ahmad, Along dianggap sudah melakukan tugasnya dengan baik. Bahkan pelatih kepala Singapura menyatakan jika legenda Arema itu sudah menunaikan tugasnya dengan baik.

Menurut Fandi, tugas Alam Shah adalah melatih di bagian penyerangan. Nilai tambahnya, Alam Shah punya kedekatan personal dengan pemain yang membantu membuat atmosfer positif di dalam tim.

“Alam Shah adalah orang hebat. Seoran mentor dan saya takut dengan dia,” ucap Fandi sambil tertawa kepada Bolalob.

“Kami butuh kedisiplinan dan ia menerapkan itu. Tugasnya berbicara dengan pemain secara personal serta melatih serangan. Alam Shah sangat vokal dan tidak takut untuk bicara kepada pemain senior atau junior. Ia memberikan saran untuk semua pemain,” lanjut Fandi.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.