Beranda News Panpel Arema Memberikan Penjelasan Terkait Penonton Yang Meluber

Panpel Arema Memberikan Penjelasan Terkait Penonton Yang Meluber

0
Penonton meluber hingga tepi lapangan.
Penonton meluber hingga tepi lapangan.

Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Arema FC memberikan penjelasan terkait membeludaknya penonton saat menjamu Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (5/8) malam. Pada laga itu, penonton yang merupakan pendukung Persija, The Jakmania, sampai meluber hingga ke area jogging track.

Pada laga ini, bisa dibilang memecahkan rekor penonton Arema. Tercatat, pertandingan ini dihadiri 44.912 penonton. Sebelumnya rekor penonton terbanyak Arema terjadi saat menjadi Persib Bandung, yang dipadati 44.807, pada 18 Desember 2016.

Menurut ketua panpel Arema, Abdul Haris, para penonton yang meluber hingga ke pinggir lapangan itu adalah penonton yang dimasukkan lewat pintu utama di sisi selatan dengan tujuan awal adalah dimasukkan ke tribun terbuka.

“Karena pintu 13 dan 14 untuk akses masuk ke tribun berdiri kesulitan sehingga kami pakai jalan pintas. Beberapa suporter tidak mau ke tribun berdiri karena adanya spanduk yang menutupi pandangan mereka, termasuk tribun berdiri di sisi utara karena masih kosong suporternya,” ujar Haris.

“Namun, pertandingan berjalan lancar karena kedua suporter mengerti betul dan saling memahami. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman PAM Swakarsa, petugas keamanan, dan lain sebagainya yang telah menjaga pertandingan dengan aman,” tambahnya.

Haris mengakui tribun berdiri di Stadion Kanjuruhan memang membutuhkan renovasi terkait tingkat kemiringan tribunnya. “Kami sebetulnya sudah berpikir seperti itu, kemiringannya mungkin bisa menjadi masukan. Tetapi ini ranah dinas PU (Pekerjaan Umum) sehingga kami akan meminta audiensi. Tetapi masalah bendera yang ada di pagar tribun berdiri juga akan kami evaluasi agar tidak menganggu penonton,” urainya.

“Kami selaku panpel memohon sanksi diberikan seringan-ringannya, kami juga memohon maaf kepada Aremania yang menonton pertandingan tidak dengan nyaman karena berdesak-desakan,” tuturnya.

Sementara itu, media officer Arema, Sudarmaji, membeberkan fakta lain terkait bisa membeludaknya penonton di laga ini yang tak sesuai dengan jumlah tiket yang dijual. “Banyak sekali penonton keluarga yang juga ikut membawa anaknya sehingga mengurangi kapasitas stadion. Kami tidak bisa menolak keberadaan mereka karena ini adalah sisi kemanusiaan,” jelasnya.

“Kami juga ingin menyelamatkan pertandingan saat penonton memenuhi stadion. Itulah yang terjadi di lapangan saat pertemuan dua manajer karena kami ingin pertandingan tetap berjalan. Kami tidak ingin pertandingan ditunda karena akan ada kejadian yang tidak terduga jika laga sampai ditunda,” lanjut Sudarmaji.

Sebenarnya, jika menilik Stadion Kanjuruhan yang sudah lolos verifikasi lisensi klub profesional AFC terkait aspek keamanan, panpel Arema seharusnya memahami betul jika tribun Kanjuruhan yang tidak menggunakan sistem single seat harus mencetak tiket 85% dari kapasitas total stadion.

Dari aturan AFC tersebut, setidaknya Arema harus mencetak kurang lebih 38 ribuan tiket saja dari kapasitas 45 ribu penonton. Sehingga faktor yang disebut manusiawi oleh Sudarmaji bisa diminimalisir.

Karena diyakini penonton yang masuk melebihi kapasitas stadion bakal terus terulang, jika panpel mencetak sesuai dengan kapasitas stadion dan sisi manusiawi tetap diberlakukan. Belum lagi, berkaca dari laga sebelumnya saat menjamu Persib dan Sriwijaya FC, masih banyak penonton yang sudah memegang tiket tapi tak bisa masuk ke stadion.

Tulisan serupa sudah dimuat di sini.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.