Beranda Fokus Pemusatan Latihan, Lebih Baik Telat Daripada Tidak Sama Sekali

Pemusatan Latihan, Lebih Baik Telat Daripada Tidak Sama Sekali

0
Pemusatan latihan Arema saat kegiatan mancakrida.
Pemusatan latihan Arema saat kegiatan mancakrida.

Arema menggelar pemusatan latihan di Kusuma Agrowisata Batu selama tiga hari, 11-13 April 2018, usai mengalami hasil yang tidak memuaskan pada tiga pertandingan awal Liga 1 2018.  Walaupun terbilang telat, hal itu tidak mengurangi antusiasme pemain jelang melawan Persib Bandung.

Sejatinya, pemusatan latihan adalah sesuatu yang lazim dilakukan oleh Arema menjelang pagelaran kompetisi. Namun, selama dua tahun terakhir Arema tidak melakukannya dan pada masa Milo Seslijalah pemusatan itu dilakukan. Hasilnya Arema berada di peringkat kedua pada kompetisi TSC 2016.

Ketiadaan pemusatan latihan memang tidak dituding sebagai biang peringkat sembilan Arema musim lalu. Tetapi Vamos Arema merasakan jika kekompakan skuat pada musim 2017 terlihat masih kurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pendek kata, belajar dari pengalaman itu sepertinya manajemen merasa pentingnya arti dari pemusatan latihan.

Pemusatan Latihan yang Telat Lebih Baik Daripada Tidak

Agak aneh memang sebuah tim menjalani pemusatan latihan saat kompetisi berjalan. Namun, keanehan itu nampak tidak terasa manakala tahu alasan dibaliknya.

Ruddy Widodo menyebut memang sebenarnya pemusatan latihan ini sudah direncanakan ketika kompetisi 2018 dimulai, namun ternyata pada saat itu tim pelatih sibuk untuk mempersiapkan tim dari sisi teknis.

Pemain Arema tertawa dan bahagia.
Pemain Arema tertawa dan bahagia.

“Sebenarnya untuk musim 2018 kami sudah berniat menyelenggarakan pemusatan latihan, namun pada saat itu tim pelatih menyatakan akan fokus kepada penyatuan gaya bermain dari sisi taktikal dan teknik. Alasannya karena 70 persen skuat Arema adalah pemain yang baru didatangkan,” tegas Ruddy.

“Kami pun lebih banyak menjalani pertandingan ujicoba atau ikut turnamen di Piala Presiden ataupun Piala Gubernur Kaltim. Tetapi begitu kompetisi berjalan ternyata prestasi kami tidak terlalu baik.”

Tidak heran kemudian wacana pemusatan latihan kembali dihadirkan. Karena difungsikan untuk menjaga kekompakan, menambah rasa kekeluargaan dan merefresh mental. Sehingga walaupun telat, pemusatan latihan yang mungkin bisa dikatakan dadakan ini bisa membuat tim lebih baik.

“Selama tiga hari di Batu, saya melihat pemain antusias. Ternyata banyak pemain Arema yang belum pernah latihan di Batu. Ini tentu menjadi nilai tambah karena sebelumnya mereka mendapati mental yang terpuruk akibat tiga kali kekalahan. Kami berharap mental kami segera naik untuk menjalani laga berikutnya,” urainya.

Beragam kegiatan dilakukan, di hari pertama setelah menjalani sesi recovery setelah away dari Borneo. Pemain Arema menikmati musik dangdut yang diselenggarakan di Resto Kusuma Agrowisata. Para pemain terlihat antusias menikmati goyangan penyanyi. Beberapa pemain seperti Hendro Siswanto, Dendi Santoso, hingga pelatih Kuncoro ikut berjoget dan bernyanyi. Gayeng!

Sesi latihan taktikal tidak dilupakan.
Sesi latihan taktikal tidak dilupakan.

Di hari kedua, pagi hari pemain Arema yang sudah dikendalikan oleh Milan Petrovic menjalani sesi latihan biasa. Siang hari mereka menjalani mancakrida. Suasana guyup dan seru terjadi karena pemain Arema yang dibagi kelompoknya saling adu kuat untuk memenangkan perlombaan.

Hari terakhir, pemusatan latihan ditutup dengan sesi taktikal sebelum menjamu Persib Bandung.

“Sebagai pemain, saya selalu mendukung apa pun yang dilakukan manajemen, selama itu demi kebaikan tim ini, yang jelas manajemen pun pasti ingin memberikan yang terbaik untuk tim. Dalam TC ini, pihak manajemen dan tim pelatih pastinya juga memberikan motivasi kepada pemain, tentu ini menjadi hal yang bagus di tengah upaya kami untuk sebisa mungkin segera bangkit dengan meraih kemenangan,” urai Hanif Sjahbandi.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.