Beranda News Pengangkatan Ebes Aremania yang Dibantah dan Dibalas!

Pengangkatan Ebes Aremania yang Dibantah dan Dibalas!

0

Seminggu yang lalu ada sebuah berita unik yang dirilis oleh Partai Amanat Nasional, mereka menyatakan jika Aremania (Fanatik 66) melakukan pengangkatan Ebes kepada ketua Zulkifli Hasan (Zulhasan).

“Kami angkat Pak Zulhasan sebagai Ebes Aremania sejagat raya. Kami berharap Pak Zulhasan mengingatkan kalau kami salah dan mendukung kalau benar,” kata Simon Zakaria dari rilis video yang disampaikan oleh PAN.

Di video itu pula keinginan langsung disambut Zulhasan. “Saya juga berdarah biru. Aremania harus menjadi pemersatu suporter seluruh Indonesia,” tegasnya.

Pengangkatan Ebes Aremania Berbuah Kecaman

Pengangkatan Ebes Aremania itu langsung menimbulkan reaksi yang beragam. Beberapa suporter rival Aremania langsung melontarkan nada sumbang. Sementara di kalangan Aremania sendiri banyak yang menyatakan jika Aremania tidak boleh terseret politik karena merupakan suporter Arema FC. Kalaupun berpolitik mereka harusnya menanggalkan baju Aremania.

Salah satu Aremania, Achmad Ghozali angkat suara terkait indikasi diseretnya Aremania pada panasnya iklim politik jelang memasuki masa pemilihan kepala daerah (Pilkada). Salah seorang Koordinator Wilayah Aremania (Korwil) Klayatan ini meminta agar Aremania -secara institusi- tidak diseret-seret pada aksi dukung-mendukung salah satu calon.

“Aremania ini kan hadir untuk mendukung Arema. Adanya di lapangan. Tidak perlu dibawa-bawa ke politik, yang bukan kapasitas kami,” ujar Ghozali.

Ghozali menyadari bahwa Aremania memiliki daya pikat yang besar menjelang sejumlah agenda politik. Namun, menurut Koordinator Aremania Wilayah Klayatan ini, Aremania -secara institusi- tak tepat jika terjun ke dunia politik.

“Koridor Aremania adalah suporter yang mendukung klub sepakbola, yaitu Arema. Aremania tidak berpolitik,” tuturnya.

Sementara itu, senada dengan Ghozali, Koordinator Aremania Wilayah Sukorejo, Amin, juga menyoroti potensi Aremania bakal diseret-seret ke wilayah politik. Namun, Amin yakin bahwa Aremania sudah cukup cerdas menyikapi hal tersebut.

“Saya rasa, Aremania sudah paham bahwa kita tidak berpolitik. Mereka pasti sudah paham koridor-koridor yang ada,” tegasnya.

Simon Melakukan Bantahan

Viralnya pengangkatan ebes Aremania membuat Simon melakukan klarifikasi. Simon memberikan klarifikasinya terkait hal itu kepada Aremania di Stadion Gajayana, Malang, Selasa 6 Februari 2018 malam.

“Di sini saya akan menanggapi sedikit tentang video dan beberapa postingan yang lagi viral, bahwasanya tentang pengukuhan Bapak Zulkifli Hasan sebagai Ebes Aremania, karena di sini video saya yang bersangkutan,” buka Simon, di hadapan Aremania.

“Saya tegaskan sekali lagi atas nama pribadi, saya tidak pernah menyatakan dan mengukuhkan bapak Zulkifli Hasan sebagai Ebes Aremania. Bagi kawan-kawan Aremania mohon dimengerti dan saya ngapunten (maaf) ini, saya sama seperti kalian, saya Aremania biasa. Saya bukan dedengkot, saya bukan pentolan seperti yang disampaikan di media sosial selama ini,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan pemilik Fanatik 66, Fery Fay. Dia menegaskan, brand miliknya tak pernah ingin ikut berpolitik.

“Ceritanya adalah, Bapak Zulkifli datang sebagai pembeli seperti konsumen yang lain. Demi Allah, saya tak pernah terima uang sepeser pun dari PAN. Beliau beli (barang) seperti biasa,” ujar Fery.

“Kalau mau jadi bagian Aremania silakan, tapi kita tidak berpolitik,” timpal Yuli Sumpil, dirijen Aremania, menegaskan.

Sementara itu, manajemen Arema mengaku salut dengan cara Aremania dalam menyelesaikan polemik ini. Karena memang, dengan adanya isu pengangkatan Zulkifli sebagai Ebes Aremania ini membuat citra suporter yang dikenal dengan jargon Salam Satu Jiwa-nya itu dinilai sudah ikut berpolitik.

“Gentle-nya Simon, gentle-nya mas Fery Fay patut kita dukung. Jangan takut Aremania, mulai malam ini (kemarin) kita tegaskan bahwa Aremania bukan milik satu orang, tapi milik Aremania bersama. Kami pun dari manajemen Arema akan melayangkan surat resmi kepada partai yang bersangkutan, apa yang disampaikan itu (pengangkatan Zulkifli sebagai Ebes) sangat tidak benar,” ucap Sudarmaji, media officer Arema mewakili manajemen Arema dalam pertemuan tersebut.

“Kita hanya menjadi korban, ini ujian kita, ujian kebersamaan kita. Karena itu, ayo mari kita lalui dengan kekompakkan, kita cari persoalannya, kita cari solusinya. Saya mewakili manajemen, saya salut dengan teman-teman yang mengambil langkah ini,” tuturnya.

Arema FC memberikan surat keberatan dan meminta permohonan maaf PAN tentang pengangkatan Ebes Aremania.
Arema FC memberikan surat keberatan dan meminta permohonan maaf PAN tentang pengangkatan Ebes Aremania.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.