Beranda Profil Pemain Marthen Tao, Pemain yang Pernah Diaku Dua Klub

Marthen Tao, Pemain yang Pernah Diaku Dua Klub

0
Selebrasi Marthen Tao saat mencetak gol di Stadion Gajayana
Selebrasi Marthen Tao saat mencetak gol di Stadion Gajayana

Marthen Tao adalah pemain Arema yang didatangkan Singo Edan dari Bontang FC dulu Pupuk Kaltim (PKT) pada tahun 2003. Kepindahan sang pemain yang direkrut untuk Divisi I pada tahun 2004 ini tidak berjalan mulus.

Perpindahan Marthen Tao

Perpindahan Marthen ke Arema sempat bermasalah, hampir sema dengan Bejo Sugiantoro dan Hendro Kartiko. Dirinya menerima Down Payment dari klub sebelumnya dan Arema sebelum bergabung dengan Arema.

Barangkali yang menjadi pembeda, jika Bejo dan Hendro gagal berlabuh di Arema, maka Marthen Tao menjadi pembeda. Ia akhirnya sukses direngkuh Arema meski harus menguras kesabaran yang tidak sebentar.

Hingga batas akhir pendaftaran pemain untuk Kompetisi Divisi Utama dan Divisi 1, kedua klub masih ngotot mendaftarkan Marthen Tao. Akibatnya Direktur Status, Alih Status dan dan Transfer Pemain PSSI, Barry Sihotang memasukkan Marthen Tao kedalam daftar cekal. Akibatnya Marthen dilarang memperkuat dan berkompetisi bersama klub sepakbola Indonesia manapun selama belum ada kejelasan menyangkut dualisme kontrak. Selama paruh pertama musim kompetisi baik Arema dan PKT Bontang tidak dapat menggunakan tenaga Marthen untuk mengikuti kompetisi.

Status Marthen akhirnya terjawab setelah Komisi Disiplin PSSI menggelar sidang dan memastikan Marthen Tao menjadi milik Arema pada 25 Maret 2004. Ketua komdis PSSI Togar Manahan Nero dalam konferensi persnya kala itu mengatakan, pemain asal Papua tersebut diputuskan telah menjadi pemain Arema dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, keinginan kuat pemain tersebut untuk memperkuat klub berjuluk Singo Edan tersebut.

Bergabungnya Marthen Tao ke Arema sendiri bukanlah perkara mudah. Ia akhirnya didenda sebesar 10juta rupiah kepada PSSI akibat kasus ini sekaligus diharuskan membayar seluruh uang kontrak yang ia terima dari PKT Bontang.

Marthen Tao sendiri tidak dapat memperkuat Arema selama sisa Putaran I Divisi I 2004, namun ia dapat memulai karir bersama Arema sejak Putaran II

Marthen Tao Di Arema

Di Arema, selama tiga musim bergabung. Marthen mampu berjasa di sejumlah pertandingan. Sosoknya memang bermain di putaran kedua. Namun, dia mampu mencetak 12 gol dan salah satunya adalah kemenangan Arema melawan PSDS di final Divisi I.

Dirinya kemudian juga membawa Arema menjadi dua kali juara Copa Indonesia 2005 dan Copa Indonesia 2006.

Secara tipikal permainan, dirinya mirip dengan Sunarto seperti saat ini. Perannya lebih banyak untuk supersub alias pemain pengganti. Namun, dari bangku cadangan inilah gol banyak dia ciptakan.

Saat Arema ditangani oleh Miroslav Janu, dirinya tidak masuk proyeksi pelatih baru. Kemudian hengkang dan memilih PSIS Semarang sebagai pelabuhannya setelah di Arema.

Marthen Tao
Nama Lengkap Marthen Tao
Nama Panggilan Marthen
Kebangsaan Indonesia
Tanggal Lahir 4 Maret 1979
Tinggi Badan 1.70 m
Berat Badan 64 kg
Posisi Striker
Karier Klub
1999−2003 PKT Bontang
2003−2006 Arema Malang
2007 Persmin Minahasa
2007−2008 PSIS Semarang
2009−2012 Persiram Raja Ampat

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.