Beranda Fokus Saat Publik Malang Tidak Terkesan Dengan Juan Pablo Pino

Saat Publik Malang Tidak Terkesan Dengan Juan Pablo Pino

Aremania nampak tidak terkesan dengan penampilan Juan Pablo Pino, marquee player yang didatangkan dari Kolombia.

0
Aremania tidak terkesan dengan Juan Pablo Pino.
Aremania tidak terkesan dengan Juan Pablo Pino.

Suporter memang kejam, pendukung yang kerap berada beberapa meter dari pemain pujaannya itu kerap memberikan kritikan langsung kepada pemain idolanya di lapangan. Tidak terkecuali suporter Aremania yang tidak terkesan dengan Juan Pablo Pino.

Pino direkrut oleh Arema FC dari klub Liga Peru Universitario. Meskipun di klub terakhir Pino tidak diketahui rekam jejak permainannya, namun dia setidaknya pernah mencicipi kasta sepakbola Eropa bersama AS Monaco dan Galatasaray. Sebuah reputasi yang membuat dirinya menerima label marquee player. Sebuah julukan baru yang disematkan oleh PT Liga Indonesia Baru kepada pemain yang pernah berkiprah di Liga elit dunia.

Saat isu kedatangan dia merebak di kalangan suporter. Tak pelak banjir harapan datang kepada pemain yang kini berusia 30 tahun itu. Semua berharap pemain yang berjuluk Tukang Sulap (El Megicien) ini bisa menunjukkan kemampuan terbaik.

Pino langsung tidak langsung menjalani debut di laga perdana Arema melawan Persib Bandung karena sang pemain tiba di Malang bersamaan dengan pertandingan Singo Edan. Dia kemudian mendapatkan debut selama 20 menit di laga kedua Arema melawan Bhayangkara FC. Debut perdana yang membuat Aremania nyaris tiada henti bertepuk tangan atas segala aksinya.

Di laga ketiga, Pino tidak dimainkan karena dia mengalami cedera paha kala menjalani persiapan. Dia juga tidak dimainkan di laga ketiga karena masih menjalani masa pemulihan.

Laga Arema melawan Barito Putera menjadi laga yang cukup ditunggu oleh Aremania. Hal ini tidak lepas dari janji Aji Santoso untuk menurunkan Pino. Janji yang tertunaikan di awal babak kedua saat Pino masuk menggantikan Hanif Sjahbandi.

Siapa sangka, harapan Aremania nampaknya tidak bisa terlaksana di malam itu. Suporter Singo Edan nampak tidak terkesan dengan Juan Pablo Pino. Dirinya beberapa kali mendapatkan siulan karena terlihat malas saat merebut bola. Memang atribut penyerangan Pino cukup bagus, namun atribut defense darinya sangat buruk.

Budal ojek muleh mbecak,” teriak Aremania yang berarti berangkat ojek pulang naik becak. Sebuah kata yang mengartikan menyerang cepat tetapi lambat dan malas saat kembali.

Arema bekuk Barito, Tetapi Penampilan Pino Tidak Sesuai Harapan
Arema bekuk Barito, Tetapi Penampilan Pino Tidak Sesuai Harapan

Apa yang dirasakan Aremania juga dirasakan pemain lain di lapangan, salah seorang pemain bahkan meneriaki Pino untuk segera menutup ruang karena pada saat itu Barito gencar melakukan tekanan. Beruntung di akhir pertandingan, Aremania tetap bisa tersenyum kaena Singo Edan mampu mempertahankan kemenangan yang dibuat di babak pertama dengan skor tipis 1-0.

Usai pertandingan, Aji Santoso langsung sadar jika ketidakpuasan terhadap penampilan Pino hinggap di dada Aremania. Dirinya mengaku belum mengetahui kenapa Pino tidak seperti yang dia harapkan.

“Saya tidak tahu apakah cederanya kambuh, yang jelas kami harus melihat atau meminta bantuan tim dokter mengenai kondisi dari Pino seperti apa,” tegasnya.

“Saya paham jika akan ada kritikan terhadap penampilannya karena memang dia statusnya adalah marquee player.”

Publik Malang memang keras, namun mereka bisa memuja pemain setinggi langit jika bermain sesuai harapan. Tinggal bagaimana keinginan Pino, dihempaskan ataupun dinaikkan!

Tinggalkan Komentar