Beranda Profil Pemain Sejarah Arema 6 April: Selamat Ulang Tahun Aji Santoso

Sejarah Arema 6 April: Selamat Ulang Tahun Aji Santoso

0

Salah satu legenda hidup Arema Malang yang kini mempunyai akademi sepakbola bernama ASIFA (Aji Santoso Internasional Football Academy], dialah Aji Santoso yang hari ini menginjak usia yang ke-44 tahun [2015].

Seperti yang dikutip dari laman Ongisnade, Aji besar dalam lingkungan keluarga dengan ekonomi pas-pasan. Sejak kelas 2 sekolah dasar, ia mulai suka bermain sepak bola antarkampung.

Saban hari sepulang sekolah dan sebelum latihan, Aji harus bekerja membungkus kerupuk di sebuah pabrik demi membantu orang tuanya. Dari pabrik kerupuk, Aji kecil jadi tukang pikul di pasar. Ia biasa mengangkut terasi dan ikan asin. Upah yang didapat dipakai buat menambah biaya sekolah.

Dengan nada melankolis, Aji bercerita, “Ketika saya makin serius meniti karier di sepak bola, saya menyadari hikmah dan manfaat menjadi seorang tukang bungkus kerupuk dan tukang panggul di pasar. Masa lalu turut membentuk saya seperti sekarang.”

Bakat Aji makin terarah dan terasah di bawah asuhan Winarto, pelatih klub Argo Manunggal Sawunggaling (AMS), Kepanjen, selama dua tahun (1985-1986). Dari AMS, Aji diterima di Persema Junior. Uang saku yang diterimanya Rp 10 ribu.

Nama Aji makin dikenal berkat kepiawaiannya sebagai bek kiri. Sinyo Aliandoe pun kepincut dan memboyong Aji ke Arema Malang, klub Galatama yang baru saja dibentuk pada 11 Agustus 1987. Ia resmi jadi pemain profesional dengan bayaran Rp 40 ribu per bulan.

“Saya tak mau pusing soal gaji. Obsesi saya waktu itu main sebagus-bagusnya dan memberikan prestasi terbaik. Kalau bisa prestasi bagus, toh nantinya soal gaji bisa ikut naik.”

Aji benar. Bukan hanya bayarannya yang naik, Aji malah diminta memperkuat tim nasional meski baru delapan bulan membela Arema. Piala Kemerdekaan 1990 merupakan debutnya sebagai pemain tim nasional.

“Kadang-kadang…,” Aji mengenang, “sampai sekarang saya tak percaya jika karier saya waktu itu bisa melesat cepat. Tapi saya sangat mensyukurinya. Allah telah memberikan ganjaran yang setimpal atas pengorbanan saya pada masa kecil.”

Di tim nasional, prestasi Aji sungguh sensasional. Namanya kian kondang setelah ikut mempersembahkan medali emas SEA Games 1991. Masa keemasan sebagai pemain nasional ia bukukan dalam kurun waktu 1990-1999.

Aji tetap berprestasi di kompetisi nasional. Ia tercatat sebagai pemain yang tiga kali mempersembahkan gelar juara kompetisi PSSI, yakni untuk Arema (1992/1993), Persebaya Surabaya (1997/1998), dan PSM Makassar (1999/2000).

Yang membanggakan Aji lagi, ia tak pernah duduk sebagai pemain cadangan, baik saat di tim nasional maupun di klub profesional. Ia selalu menjadi pemain utama dan pemegang ban kapten.

Kenangan pahitnya, pada 1995, ia didemo Aremania gara-gara memutuskan hengkang ke Persebaya, yang notabene musuh bebuyutan Arema. Sekitar 500 Aremania membentangkan spanduk berisi protes, tepat di depan hotel tempat resepsi pernikahannya dihelat.

“Waktu itu saya sampai dicap sebagai pengkhianat. Tapi saya tanggapi dengan dingin. Saya justru berprasangka baik saja bahwa Aremania protes karena mereka mencintai saya.”

Setelah merumput di Persebaya dan PSM, Aji balik ke kandang Singo Edan, julukan Arema. Peruntungan Aji tak moncer. Arema sempat terdegradasi dari divisi utama ke divisi I (2003) serta belum sempat mengantar Arema menjuarai kompetisi divisi I dan kembali ke divisi utama.

Sebagai Pelatih

Pengalamannya menjadi pemain selama 19 tahun bagai buku pelajaran yang tak pernah terlupakan. Ia selalu mengajari para pemainnya seperti ia dulu pernah ditempa. Sesekali Aji juga membaca beberapa buku teori sepak bola dan rajin mengikuti perkembangan olahraga nasional dan dunia dari media massa guna menambah pengetahuan dan wawasannya.

Aji pernah diajar oleh sejumlah pelatih terbaik di negeri ini. Dari sekian banyak pelatih, Aji mengaku paling banyak menyerap ilmu dan wawasan kepelatihan dari Andi M. Teguh (almarhum), bekas pelatih tim nasional yang juga pernah melatih Arema (1989-1991).

Dia memulai karir pelatih dengan menangani Sekolah Sepak Bola Arema setelah memutuskan pensiun sebagai pemain 2004. Setelah itu, ia mengampu Akademi Arema. Kemudian mantan pemain Persebaya itu dipercaya menjadi arsitek tim nasional U-17 di tahun 2005.

Selepas menjadi pelatih tim nasional U-17, Aji mulai menangani klub sepak bola. Klub pertama yang dipegang adalah Persikota Kota Baru. Selanjutnya, Pomnas Jatim, Persekam Metro Kabupaten Malang, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Persisam Samarinda, Persema Malang, dan Persebaya Surabaya hingga saat ini.

Prestasi terbaiknya adalah saat menangani tim sepak bola PON Jawa Timur 2006-2008. Berkat keuletannya, Aji sukses mengantarkan pasukan Jawa Timur meraih medali emas PON Kalimantan Timur 2008. Dan meraih perunggu pada ajang POM ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kini, Aji Santoso masih menangani tim nasional U-23. Jabatan yang dia emban sejak tahun 2012 lalu.

Informasi pribadi
Nama lengkap Aji Santoso
Tanggal lahir 6 April 1970 (umur 44)
Tempat lahir Malang, Jawa Timur, Indonesia
Posisi bermain Pelatih
Informasi klub
Klub saat ini
Karir senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
1987-1995
1995-1999
1999-2000
2001
2002-2004
Arema Malang
Persebaya Surabaya
PSM Makassar
Persema Malang
Arema Malang
? (?)
? (?)
? (?)
? (?)
? (?)
Tim nasional
1990-1999 Indonesia 41 (7)
Kepelatihan
2005 Arema Junior & PSSI U-17
2006 Persiko Kota Baru
2006 Pra PON Jatim
2007 POMNAS Jatim
2007 Persekam Metro FC
2008 PON Jatim
2008 POM ASEAN
2009 Persik Kediri
2009 Persebaya Surabaya (play off promosi/degradasi)
2009–2010 Persisam Putra Samarinda
2010 Persema Malang
2010-11 Persebaya Surabaya (Kompetisi LPI)
2011-12 Asisten pelatih timnas U-23
2012-.. Pelatih timnas U-23
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.