Beranda Fokus Suplai Bola, Umpan, Gol dan Masalah Internal di Arema

Suplai Bola, Umpan, Gol dan Masalah Internal di Arema

Penggawa asing Arema terlibat masalah internal, setelah Ahmet Atayew dan Balsa Bozovic terlibat berebut sebagai eksekutor. Kini Thiago Furtuoso juga bicara kepada media tentang suplai bola yang kurang kepadanya.

0
Thiago Furtuoso saat melawan Persija, dirinya seperti terlibat masalah internal dengan Balsa Bozovic.
Thiago Furtuoso saat melawan Persija, dirinya seperti terlibat masalah internal dengan Balsa Bozovic.

Ada sebuah masalah internal atau riak kecil dalam tubuh Arema pasca kekalahan melawan Persija Jakarta. Sebuah riak yang terjadi antara Thiago Furtuoso dengan Balsa Bozovic.

Pada sebuah sesi wawancara dengan media lokal Malang, Thiago menyebut jika selama dua laga dia lebih banyak bekerja sendirian. Menjemput bola di tengah, membawanya hingga menyelesaikannya. Pendek kata, dia menyebut suplai bola dari tengah yang diharapkan datang tidak kunjung hadir.

Kondisi ini disebut mempengaruhi keran golnya, karena selama dua laga dia sama sekali belum mencetak gol.

“Lihat dua pertandingan kemarin saya sering cari bola sendiri, mungkin sekarang tim kita sedikit egois, kalau kemarin saat masih ada Rodrigo saya bisa cetak gol,” ujar Thiago.

Walaupun tanpa menyebut nama, sosok Thiago disebut sedang menunjuk seorang Balsa Bozovic yang saat ini juga tengah menjadi sorotan. Sorotan pertama bernada positif karena dia terlibat pada dua gol yang dibuat oleh Arema melalui skema bola mati.

Namun sorotan kedua adalah Balsa belum bisa mengontrol pertandingan seperti yang diharapkan. Dari statistik yang ada umpan sang pemain sangat minim, 19 kali umpan tepat sasaran di laga sebelumnya melawan Mitra Kukar hanya dibarengi 1 kali umpan terobosan. Sementara di laga kedua, jumlah umpan dia membaik namun tidak memperlihatkan sebagai sosok playmaker yang andal dalam membagi bola.

Suplai bola kepada Thiago terlihat memang berkurang semenjak Arema kalah melawan Sriwijaya FC.
Suplai bola kepada Thiago terlihat memang berkurang semenjak Arema kalah melawan Sriwijaya FC.

Dua laga, permainan Arema memang tidak enak ditonton. Tidak heran kemudian tiga gol yang bersarang ke gawang lawan-lawan Arema yang dibuat oleh Balsa Bozovic, Syaiful Indra, dan Ahmet Atayev tercipta melalui skema bola mati.

“Saya belum tahu pertandingan selanjutnya seperti apa, saya tunggu pelatih mau pakai taktik seperti apa lawan Borneo FC, semoga itu bisa bikin saya cetak gol lagi,” lanjutnya.

Pernyataan Thiago sehari kemarin menjadi ramai dan viral di kalangan Aremania. Beberapa pihak mempertanyakan kemampuan Thiago dalam urusan mencetak gol. Sementara pihak lain membenarkan kondisi lini tengah Arema yang kurang memberikan suplai.

Konon kabarnya di lini tengah Arema yang merupakan mesin tim juga terjadi masalah. Salah satu yang diungkap adalah ketidaksinkronan Balsa dengan Ahmet yang merupakan pilar asing. Keduanya pernah terlibat berebut sebagai eksekutor perekik dan juga jarang saling mengumpan ketika melawan Mitra Kukar.

Tahu dirinya ramai dibicarakan dengan berbagai mentions di ranah sosial media. Balsa bereaksi, tanpa menyebut nama dirinya menyindir dengan kata-kata yang berbeda. Balsa menyatakan jika hal itu membuang energi dan lebih baik pemain yang berbicara buruk lebih fokus kepada pengembangan diri.

Insta Story Balsa Bozovic yang mengingatkan.
Insta Story Balsa Bozovic yang mengingatkan dan sepertinya memang ada masalah internal.

Masalah internal tersebut memang harus segera diselesaikan oleh Joko Susilo jika tidak ingin berlarut hingga mengganggu pemain lain. Sang pelatih memang menyebut jika saat ini skuat Arema memang sedang sakit dan membutuhkan obat.

“Kami akui kami sedang mengalami sakit, tidak perlu kami jelaskan apa penyakitnya yang jelas obat dari penyakit itu adalah kemenangan,” urai Joko.

Tinggalkan Komentar