Beranda Fokus Thiago Furtuoso, Niatan Untuk Membungkam Nada Sumbang

Thiago Furtuoso, Niatan Untuk Membungkam Nada Sumbang

Di tengah kritik yang diberikan manajemen atas perekrutan dirinya. Thiago Furtuoso datang ingin membuktikan diri jika dia layak bergabung dengan Arema.

0
Nada sumbang terdengar saat Thiago Furtuoso diperkenalkan ke publik.
Nada sumbang terdengar saat Thiago Furtuoso diperkenalkan ke publik.

Nada sumbang mengalun dari Aremania manakala beberapa media memberikan isu jika striker yang bakal direkrut Arema adalah Thiago Furtuoso. Alunan itu terasa semakin keras setelah manajemen resmi mengumumkan perekrutan atas dirinya.

Ya, kedatangan Thiago ke Malang memang diiringi nada yang tidak mengenakkan dari suporter Arema. Hal ini terjadi karena sebelum dia datang, Aremania mendapatkan hembusan angin surga dengan sejumlah isu striker kelas atas yang bakal bergabung. Mereka adalah Patrick Cruz, Yago da Silva Amaral, David Da Silva dan lain sebagainya. Namun, isu itu kemudian dimentahkan karena pemain dunia yang diincar oleh Arema menaikkan harga secara tidak wajar.

Kemudian Arema coba mendatangkan pemain lain seperti Luiz Carlos Junior. Sang pemain menyatakan mau menjalani trial di Singo Edan. Namun entah mengapa dia urung datang ke Malang hingga kemudian Thiago secara mengejutkan datang.

“Posisi kita ini susah ya karena agen pintar. Misal kalau kita sudah nego dan oke secara harga, tapi kemudian mereka bandingkan lagi di Malaysia dan Thailand. Kalau sudah begitu mati jadinya,” kata pelatih Joko Susilo.

Wajar memang nada sumbang dialirkan para penyokong Singo Edan. Sebab, performa sang pemain tidak terlalu bagus saat di Liga 1 musim lalu. Dia hanya mencetak sembilan gol saja dari 31 kali kesempatan main.

Sosok kelahiran 8 Juni 1987 ini tahu jika kedatangan dia ke Malang dibarengi ekspektasi yang demikian besar. Salah satunya adalah dia bakal menggantikan Cristian Gonzales. Striker senior yang sudah mencetak 59 gol di kasta tertinggi yang menjadi topskor sepanjang masa kedua Arema setelah Singgih Pitono (65 gol).

Bahkan jika dihitung ulang dengan tambahan turnamen yang pernah diikuti Arema, jumlah gol Gonzales bisa mencapai hampir 100 gol. Beban yang cukup berat karena suporter dipastikan akan terus membandingkan.

Thiago Furtuoso mencoba membuktikan jika Arema tidak salah saat merekrutnya.
Thiago Furtuoso mencoba membuktikan jika Arema tidak salah saat merekrutnya.

“Saya tidak bisa bicara soal itu (kemungkinan menggantikan peran Cristian Gonzales di lini depan Arema). Cristian adalah striker yang sangat bagus di mata saya. Kita sering bertemu dan saya anggap dia striker terbaik. Jadi saya tidak bisa membicarakan (lebih jauh lagi soal) Cristian. Dia pemain bagus,” ungkap Thiago yang tidak ingin dibandingkan.

Tetapi, walaupun tidak ingin dibandingkan. Dirinya punya tekad untuk membantu Arema memenangkan pertandingan. Periode musim buruk Liga 1 musim 2017 ingin dia lupakan karena pada dasarnya dia adalah striker yang tajam ketika bermain di ISC 2016 dengan raihan 15 gol.

“Posisi asli saya adalah striker, tetapi di Madura United saya dimainkan sebagai playmaker. Ini cukup membuat saya kesulitan untuk menunjukkan kemampuan,” tegasnya penuh semangat.

Awal yang Menjanjikan Thiago Furtuoso

Peran Thiago di Arema sudah terlihat manakala Singo Edan menggelar ujicoba melawan Barito Putera. Walaupun dia tidak mencetak gol, namun dirinya kerap merepotkan pertahanan Barito.

Gol pembuka itu akhirnya datang saat Arema bermain di laga perdana Piala Presiden melawan Persela Lamongan. Sebuah umpan Dendi Santoso dari sisi kanan langsung ditembak dengan cara salto. Gol yang kemudian mendapatkan pujian dari pelatih Aji Santoso.

Gol Thiago Furtuoso hadir ketika melawan Persela Lamongan di laga perdana Piala Presiden 2018.
Gol Thiago Furtuoso hadir ketika melawan Persela Lamongan di laga perdana Piala Presiden 2018.

Tidak cukup satu, Thiago menambahnya lagi saat laga kedua Arema melawan PSIS. Kecepatan dia mengelabuhi kiper membuat dia mendapatkan peluang emas yang sanggup dikonversi menjadi gol.

Usai mencetak dua gol di dua laga perdana, suporter kini meneriakkan nada dukungan, julukan Thiagol tersemat begitu saja.

“Saya hanya tahu jika di sini tidak mudah membuat orang percaya kemampuan saya. Kini saya merasa berada di tim yang tepat karena gaya permainan Arema seperti memberikan dukungan kepada saya. Gol saya memang tidak penting karena yang terpenting adalah kami memenangkan pertandingan. Tetapi julukan Thiagol membuat saya suka,” tegasnya.

Ekspektasi Aremania tentu saja bakal terus dilambungkan kepada dirinya saat kompetisi di Liga 1 nanti. Dia pun tidak ingin harapan yang sudah melambung ke pundaknya dianggap sebagai beban.

“Saya hanya ingin enjoy dan berusaha menikmati pertandingan,” tukasnya.

Tinggalkan Komentar