Home Fokus Yanto Basna dan Unggah-ungguh Dalam Kontrak Pemain Indonesia

Yanto Basna dan Unggah-ungguh Dalam Kontrak Pemain Indonesia

2112
0
SHARE
Yanto Basna saat memperkuat timnas Indonesia di ajang Piala AFF
Yanto Basna saat memperkuat timnas Indonesia di ajang Piala AFF

Kemudian botol itu ditendang oleh Yanto Basna dengan sengaja ke arah Esteban Vizcarra, kartu merah pun keluar dari kantong wasit.

Itulah sepenggal cerita dari keseluruhan cerita final Piala Bhayangkara lalu antara Arema Cronus melawan Persib Bandung. Cerita itu pun sudah lama berlalu tapi kemudian menjadi segar lagi saat sosok penendang botol, Yanto Basna saat ia dikaitkan dengan Arema FC.

Botol melayang di kepala Vizcarra
Botol melayang di kepala Vizcarra

Dan Yanto Basna benar benar datang di Malang. Bergabung dengan Arema FC kah? Pada awalnya iya apalagi twitter resmi telah mengumumkan kedatangan Basna di Malang. Keesokan harinya juga ia sudah terlihat di lapangan futsal meski tak ikut latihan.

Tapi nampaknya Basna ke Malang bukan untuk bergabung dengan Arema, melainkan hanya singgah sementara, merasakan dinginnya hawa kota Malang. Apakah dia sempat jalan jalan ke BNS atau Jatim Park? Entahlah tapi waktunya cukup buat jalan jalan.

Sinetron dengan judul Yanto Basna ini kemudian mencapai klimaksnya saat ia dijadwalkan melakukan tanda tangan kontrak dengan manajemen Arema FC. Dan tiba tiba ia menghilang, tak bisa dihubungi dan orang lain mengabarkan bahwa ia telah pergi, bukan dia sendiri yang mengabari.

Klimaks seperti ini ibarat sepasang kekasih yang mau menikah tapi salah satu pihak kabur, tak mengabari. Ya wajar lah pihak lain kecewa, mau ijab qabul dan resmi tercatat secara hukum kok malah tidak jadi.

Yanto Basna saat memperkuat Persib (Foto: Liputan 6)
Yanto Basna saat memperkuat Persib (Foto: Liputan 6)

Kemana dia pergi? Kabarnya ke Jakarta untuk menyelesaikan urusan dengan keluarga. Arema FC pun sudah move on untuk melupakan Basna dan pihak Basna juga dikabarkan sudah menjalani kesepakatan dengan Sriwijaya FC. Ini seperti Basna sudah pacaran dengan Arema, kontak kontakan dan sepakat menikah tapi karena hubungannya LDR, ia curi curi komunikasi dengan pihak lain dan hatinya ternyata untuk klub lain. Meminjam kalimat Cinta di film AADC, Basna kamu jahat.

Hal yang wajar sebenarnya jika ada pemain batal ke klub yang satu dan memilih ke klub yang lain. Sebuah dinamika transfer yang pasti akan terjadi di awal musim jelang kompetisi bergulir. Namun apa yang diperlihatkan Basna menunjukkan memang dari awal tak ada niat memperkuat Arema apalagi kepergiannya yang misterius dan tak ada kata pamit sekalipun.

Pamit menjadi hal penting bagi masyarakat timur seperti Indonesia ini. Unggah ungguh yang dalam ilmu bahasa Jawa merupakan kata dwilingga salin swara dari kata/tembung ‘ungguh’ yang diulang dua kali. Arti kata ungguh adalah bagaimana bersikap terhadap orang lain yang kita ajak berinteraksi, yang didasarkan pada stratanya.

Nurcahyo yok dalam kompasiana menuliskan bahwa unggah-ungguh secara luas adalah sistem yang digunakan dalam kita berinteraksi, berupa bahasa dan tingkah laku, sesuai dengan aturan adat Jawa yang telah menjadi filosofi orang timur, unggah-ungguh tidak hanya sebatas cara berbahasa, tetapi juga tingkah laku (aktifitas-pola tindak) sehari-hari.

Ingat ada poin tingkah laku. Dalam lingkungan masyarat heterogen unggah ungguh ini adalah sebuah implementasi pada sebuah pertanyaan seperti apakah perilaku saya sudah benar dan diterima orang lain?

Sudah seharusnya dalam kehidupan ini unggah-ungguh dipakai dalam menjalani kehidupan bersama dan juga bisa digunakan sebagai media melatih sikap dan tindakan agar bisa menghormati orang lain. Unggah-ungguh harusnya juga bisa digunakan dalam sepakbola, bukan hanya soal pemain menghormati pemain lain atau pelatih tapi juga saat bursa transfer.

Menikung dalam bursa transfer adalah hal yang wajar ketika sang pemain belum membubuhkan tanda tangan kontrak tapi menjadi kurang unggah ungguh nya jika pemain tersebut tidak pamit baik baik. Maka apa yang sudah dilakukan Basna ke Arema anggap saja sebagai contoh pembelajaran bagi semuanya bahwa unggah ungguh dalam sepakbola itu penting.

Ditulis oleh Muhammad Irfan Anshori
twitter @irfanglen
Penulis di Ongisnade

Tinggalkan Komentar